Eps : 4

575 Words
 Chanyeol menyeret Baekhyun dengan langkah tergesa. Gairahnya benar-benar tidak bisa ditahan lagi. Dengan cepat jarinya menekan digit password penthousenya. Ia membuka pintu dengan terburu-buru. Baekhyun sejujurnya sedikit takut saat ini. Namun segala ketakutannya segera ia tepis. 'Ini demi grupnya dan membernya. Jadi tidak apa-apa' ia terus berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Belum sempat ia mengagumi isi penthouse sang presdir yang luar biasa itu, tubuhnya sudah ditarik dan dibanting diatas ranjang. Chanyeol tidak ingin membuang waktu, ia langsung menyerang bibir tipis Baekhyun dengan beringas. Baekhyun gelagapan menerima serangan dari Chanyeol. Ia berusaha mengimbanginya walaupun semua sia-sia. Napasnya tersengal saat Chanyeol menjilati leher dan tulang selangkanya. Dengan tergesa pula Chanyeol melucuti pakaian Baekhyun. Gairahnya sudah berada dipuncak dan ia tidak ingin menahannya lagi. Dengan kasar ia membalik tubub Baekhyun. Kemudian ia mengarahkan penisnya yang telah menegang sempurna ke lubang senggama Baekhyun. Baekhyun memekik saat merasakan benda tumpul dan berurat itu menembus analnya. Rasanya luar biasa sakit karena Chanysol bahkan tidak mempersiapkannya terlebih dahulu. Tanpa pamanasan dan tanpa pelumas. Rasanya begitu sakit dan perih. Baekhyun menggigit sprei dibawahnya untuk meredam suaranya. Nafasnya tersengal dan terdengar putus-putus. Namun nampaknya Chanyeol tidak mempedulikannya. Terbukti dari bagaimana pinggulnya bergerak konstan, cepat dan keras menumbuk lubang Baekhyun. Baekhyun kembali memekik saat merasakan ujung p***s Chanyeol menyentuh prostatnya. Desahannya menggema dikamar tersebut. Dan Chanyeol, ia menyeringai saat tahu bahwa ia baru saja menumbuk titik yang tepat ditubuh Baekhyun. Ia terus menumbuknya berulang kali dengan keras dan konstan membuat Baekhyun terus mendesah dan memekik. * *   Baekhyun memejamkan matanya yang berkunang-kunang. Ini sudah pelepasannya yang ke 6 ngomong-ngomong. Sedang pria yang tengah menggempurnya belum menunjukkan tanda-tanda akan selesai. Berbagai gaya sudah mereka lakukan. Ini sudah kali ketiga Chanyeol memasukinya namun sepertinya ia belum ingin berhenti. Suaranya sudah serak karena terlalu banyak mendesah. Entah minuman apa yang diminum Chanyeol hingga membuat nafsu pria itu seperti tak surut. Baekhyun hanya pasrah saat lagi-lagi Chanyeol membalikkan tubuhnya telentang. Gerakan Chanyeol semakin cepat menandakan bahwa ia akan segera keluar. Kemudian Baekhyun merasakan sesuatu yang hangat memenuhi peeutnya bersamaan dengan penisnya yang juga menyemburkan s****a miliknya. "Luar biasa. Kau sungguh luar biasa Baekhyun" bisik Chanyeol ditelinga Baekhyun. Mengecup pelan bibir pria mungil bersurai platinum blonde tersebut sambil mengelus rambutnya pelan. Baekhyun hanya tersenyum lemah. Tubuhnya serasa remuk dan lelah, suaranya pun sudah habis untuk memdesah. Perlahan Baekhyun memejamkan matanya karena sudah tidak tahan dengan kantuk yang menyerang. * *    Pagi itu Baekhyun enggan membuka matanya. Entah mengapa tapi rasanya ia sangat kelelahan. Tubuhnya terasa remuk redam. Ia berusaha mengingat kegiatan apa yang dilakukannya hingga tubunya sakit begini. Ia terlonjak saat mengingat rentetan kejadian tadi malam. Pipinya bersemu merah saat mengingatnya. Ahh dia masih bisa merasakan seriap sentuhan Chanyeol ditubuhnya. Chanyeol yang merasakan pergerakan disampingnya menjulurkan tangannya untuk kemudian merengkuh pinggang Baekhyun. "Tidurlah lagi, hari masih terlalu pagi. Lagipula kau tidak ada jadwal hari ini kan?" Baekhyun mengangguk membenarkan. Ia kemudian menyamankan tubuhnya dipelukan Chanyeol. Namun ia tetal tak bisa tidur kembali. Chanyeol yang menyadarinya kemudian bertanya. "Ada apa?" "Itu presdir, aku.." "Chanyeol, panggil aku Chanyeol saat kita hanya berdua" ucap Chanyeol penuh penekanan. Baekhyun mengangguk. "Chanyeol, aku... belum menghubungi manajerku" "Kau bisa menghubunginya nanti" ucapan Baekhyun lagi-lagi dipotong oleh Chanyeol. "Sekarang tidurlah, jangan bicara terus dan jangan bergerak-gerak terus. Kau mengganggu waktu tidurku." Ucapan dingin nan datar tersebut membuat Baekhyun langsung terdiam dan menutup matanya rapat-rapat. 'Semuanya akan baik-baik sajakan? Manajer hyung tidak akan marah padanya lan?' Pikiran buruk itu terus berputar dikepalanya. Ia terlalu takut jika manajernya dan membernya marah sehingga ia mendapatkan hukuman dari mereka. Namun, cepat-cepat ia menghapus pikiran tersebut dan kembali memejamkan matanya dengan nyaman dipelukan Chanyeol.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD