Malam itu setelah baoygrupnya menyelesaikan jadwal mereka, Baekhyun tidak bisa langsung istiraht di dorm seperti yang lain. Ia harus segera ke agensi. Tanpa ditemani sang manager Baekhyun melangkah memasuki gedung agensi yang sudah sepi. Ia bertanya - tanya apa yang membuatnya dipanggil sang presdir secara langsung seperti ini. Kedua kaki kecilnya ia langkahkab dengan sedikit tergesa agar cepat- cepat mencapai tujuan. Ia berhenti sebentar untuk mengayur nafas tepat didepan pintu ruangan sang presdir. Ia kemudian melangkah masuk setelah mengetuk pintu.
"Ah, kau sudah datang Baekhyun ssi. Silahkan duduk dulu" ucap Chanyeol sang presdir dengan datar. Baekhyun mengangguk kemudian duduk dikursi tepat dihadapan Chanyeol.
"Maaf presdir, ada apa anda memanggil saya?" Tanya Baekhyun. Chanyeol yg sedari tadi sibuk dengan ponselnya akhirnya mendongakkan kepalanya untuk menatap Baekhyun. Ia tersenyum miring saat melihat penampilan Baekhyun. Berantakan dan seksi, dan ia sangat menyukai itu. Chanyeol berdiri kemudian berjalan menuju Baekhyun. Ia menyeringai makin lebar saat melihat Baekhyun begitu gugup.
"Well, Byun teman - temanmu menawarkan dirimu padaku sebagai imbalan untuk kesuksesan comeback kalian kali ini. Yeah karena mengingat bagaimana buruknya comeback kalian 2 tahun yang lalu." Jelas Chanyeol.
"A apa maksud anda presdir? Saya benar-benar tidak mengerti" ucap Baekhyun takut-takut. Ia benar-benar tidak mengerti dengan maksud sang presdir. Chanyeol tertawa mendengarnya, benar-benar polos dan lucu.
"Apa kau benar-benar tidak mengerti maksudku?" Tanya Chanyeol yang menyenderkan tubuhnya dimeja tepat didepan Baekhyun. Baekhyun menggeleng seraya menatap tubuh menjelang Chanyeol. Chanyeol kembali terbahak.
"Dengarkan baik-baik, teman-temanmu se grup mrmberikan tubuhmu kepadaku sebagai ganti untuk kesuksesan comebackmu yg kulakukan dengan sedikit kecurrangan tentu saja." Ucap Chanyeol santai sambil terus menatap Baekhyun. Baekhyun melebarkan matanya saat mendengar hal tersebut. Hatinya terasa sakit. Ia tidak menyangka bahwa teman-temannya akan sedemikian tega terhadapnya. Apa mereka benar-benar membencinya sedala itu?
Chanyeol yang melihatnya hanya menyeringai. "Simpan air matamu untuk nanti Byun, sekarang yang perlu kau lakukan adalah buka pahamu untukku dan mendesahlah" ucapnya datar. Baekhyun terkesiap saat tangannya ditarik dan sang presdir menghimpit tubuhnya di meja. Ia dapat merasakan Chanyeol mengendusi tubuhnya dibelakangnya. Ia makin terkesiap ketika Chanyeol berusaha melepas celana Baekhyun. Baekhyun berusaha meronta sebisanya. Namun yang ia dapatkan justru tamparan dan jambakan dirambutnya. Matanya berkunang-kunang dan kepalanya sakit akibat tamparan keras itu. Ia takut, sangat takut malah. Ia dilecehkan oleh sang presdir agensinya yang berumur 33 tahun. Ia semakin takut kala Chanyeol berhasil menurunkan celananya. Ia kembali memberontak.
"Jika kau tefus memberontak, aku akan membubarkan grupmu. Apa kau tidak menghargai permintaan teman-temanmu hmm?" Ucap Chanyeol sambil menjilat telinga Baekhyun seduktif. Baekhyun terdiam, ia menjadi sedikit menurut saat mendengar penuturan sang presdir. Tubuhnya yang setengah tengkurap di meja menegang saat merasakan sesuatu yang besar dan panas menerobos anusnya. Ia memangis dan berteriak saat rasa sakit tersebut menyengat tubuh bagian belakangnya. Rasanya tubuhnya seperti terbelah menjadi dua bagian dan rasany a sungguh amat menyakitkan. Sedang Chanyeol mendongak merasakan kenikmatan yang luar biasa dari tubuh Baekhyun. Ahh ia tidak akan pernah melepaskan bocah ini, tidak akan sampai ia meras a bosan.
Sudah 2 jam sejak pergulatan itu dilakukan. Baekhyun sudah lemas, ia sudah keluar sebanyak 4 kali sedang Chanyeol baru sekali dan ia belum merasa puas. Ia menyetubuhi Baekhyun dengan posisi berdiri yang mana membuat Baekhyun makin lelah dan lemas. Baekhyun mengalungkan kedua tangannya dileher Chanyeol agar ia tidak terjatuh. Matanya sudah hampir tertutup saat Chanyeol secara tiba- membanting tubuhnya disofa. Matanya berkunang-kunang dan kepalanya terasa makin pusing akibat bantingan tersebut. Ia memejamkan matanya saat dirasa gerakan Chanyeol semakin kasar dan keras. Setelahnya semua menjadi gelap sesaat setelah Chanyeol mengeluarkan sarinya di dalam tubuhnya.