Desire (Mature ++)

1049 Words
Pernikahan Rose dan juga Philip terdengar ditelinga masyarakat Landem. Mereka ikut senang dan juga menyambut kabar baik itu dengan gembira. Tak hanya warga desa saja, bahkan dikediaman Alexander sendiri, dia sudah ramai menyambut pesta pernikahan untuk putranya dan juga Rose. Alexander menginginkan pesta pernikahan putranya menjadi sangat sempurna dan juga tak ada kekurangan. Dia yang memerintahkan sendiri, orang – orangnya untuk melakukan tugas dan mengawasinya langsung. Saat semuanya sibuk, Philip sendiri malah dengan santainya tanpa beban seolah dia bukanlah yang akan menikah. Dia malah bersenang – senang, jalan – jalan dari pasar satu ke pasar lainnya hanya untuk mencari arak yang dia inginkan, hidup Philip seolah tanpa beban dan menanggung permasalahnnya. “Tuan muda, jika Tuan besar tau Tuan mabuk – mabukan, dia pasti akan marah besar,” kata pengawal setia Philip, Roger. Philip hanya tertawa dengan santainya, terus meneguk arak yang berada ditangannya, “Kau tau sendiri aku tidak menginginkan pernikahan, jadi jangan membuatku terbebaninya. Biar saja dia menikah dengan Baeho, kenapa harus aku, dia lebih nyaman dengan Baeho dibandingkan diriku. Wanita itu wanita sialan Rog,” gumam Philip dengan setengah sadar. “Tuan muda, saya mohon jangan membuat kegaduhan dengan mabuk – mabukan menjelang pernikahan. Ayo Tuan, kita lebih baik kembali. Pernikahan akan berlangsung beberapa hari lagi,” kata Roger dengan khawatir. Philip menyentak tangan Roger saat pria itu mencoba menuntunnya untuk kembali, dia dengan sempoyongan menunjuk wajah pria itu, “Sudah aku katakan, aku tidak ingin menikah! Kenapa semua orang berada dipihak wanita sialan itu,” teriak Philip. Pluk! “Arghhh!” jerit Philip sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit akibat dipukul oleh seseorang. “b*****h sialan, jangan merusak suasana hatiku!” teriak Philip. “Kenapa? Kau yang sudah menyusahkan semua orang, kau membuat semua orang harus mencarimu! Sungguh menjengkelkan sekali.” Philip menatap wanita itu, dia merasa tidak suka, “Monalisa, apa kau juga ada dipihak Ayahk? Aku ingin mabuk – mabukan, itu terserah aku. Jangan melarangku!” “Tidak bisa, kau membuat semua orang repot dengan mencarimu. Pulang, sebelum negara api menyerang!” bentak Monalisa. Monalisa ini adalah teman baik dari Philip, bisa dikatakan bahwa pria itu menjadi gay karena wanita itu yang memutuskan untuk menikah dengan saudara sepupunya, Jone. Philip yang patah hati, dan kecewa memutuskan untuk tidak akan menyukai wanita kembali. Itu adalah karena perasaan kecewa Philip terhadap Monalisa, menjadikan dia menjadi penyuka sesama jenis. “Phil, dengarkan aku! Pulang, besok adalah pernikahanmu dengan wanita itu. Ayolah,” bujuk Monalisa dengan frustasi. Philip diam dan menatap wanita dihadapannya dengan sendu, dia memajukan langkahnya dan menarik tubuh ramping Monalisa dan dekapannya, dan menatap tajam, dan saling jatuh pada manik mata satu sama lain. “Ini semua karena kamu Lisa, jika kamu tidak menikah dengan Jone, maka aku tidak akan berakhir menikah dengan wanita itu,” gumam Philip dengan rahang yang mengeras. “Phi..” Jari Philip berada di bibir merah milik Monalisa, dia mengunci mulut wanita itu supaya tak berbicara lebih. Wanita itu hanya diam dan tertegun, Philip seolah menghipnotis dirinya, “Kamu tau, aku mencintaimu, dari kecil hingga sekarang aku mencintaimu. Tapi, kamu  malah menikah dengan sepupuku.” Monalisa menatap Philip, dia menghela nafasnya, “Semua sudah terjadi Phil, sekarang aku milik Jone. Dan selamanya akan menjadi milik suamiku.” “Apa setelah ini, kamu akan mengatakan hal yang sama?” kata Philip dengan menyeringai. Philip menempelkan bibirnya dibibir milik Monalisa. Ciuman itu menuntut dan membuat wanita itu kewalahan. Monalisa memberontak meronta, namun, satu sisi dia menikmatinya. Philip menekan tengkuk wanita itu supaya memberikan akses ciuman lebih dan b*******h. Lalu, pria itu melepasnya dan menyeringai. “Bahkan tubuhmu tidak sama dengan apa yang kamu ucapkan Lisa, kembalilah padaku, kita bisa melakukannya diam – diam tanpa orang lain mengetahuinya. Aku tau kamu juga menginginkanku, aku tau kamu menahannya.” Tersirat ditatapan manik mata wanita itu kebimbangan, dia sangat bingung, namun semua yang dikatakan oleh Philip benar, dia menginginkan pria itu juga, “Phil, tapi aku sudah menikah, dan kau juga akan menikah. Bagaimana bisa? Itu tidak benar, kamu akan mengkhianati calon istrimu dan aku juga mengkhianati sepupumu,” kata wanita itu dengan sendu. Philip memegang rahang wanita itu, dia berusaha meyakinkannya, “Tidak, kita saling menginginkan, entah tubuh ataupun hati.” Tangan Philip membawa tangan Monalisa, ke arah kemiliknya yang keras. Dia terkejut, dan membelakan matanya, “B-bukannya kau penyuka sesama jenis?” Philip semakin menggesekan tangan wanita itu pada miliknya, “Aku hanya akan turn on pada wanita yang aku cintai, dan itu adalah kamu Monalisa.. Kembalilah padaku, dan kita akan bahagia..” “Aku tidak bisa meninggalkan Jone, dan bersamamu. Tapi, sungguh aku juga mengingikanmu Phil..” “Aku tidak menyuruhmu untuk meninggalkan Jone baby, kita bisa membangun hubungan ini dibelakang semua orang. Jika didepan umum, kau adalah istri Jone, dan aku suami wanita itu. Tapi, jika saat berdua, kita adalah sepasang kekasih. Bagaimana?” “Baiklah Phil, aku akan melakukan yang terbaik.” Monalisa memeluk tubuh Philip dan membuat pria itu sangat bahagia. Dia berhasil membawa wanita itu mengkhianati suaminya, dan bersama dengannya. Dia diatas segalanya dibandingkan oleh siapapun. Dari belakang, Rose menyeringai melihat apa yang dilakukan Philip dibelakangnya, “Aku juga tidak peduli meski kamu mengkhianatiku juga Philip Alexander. Karena tujuanku menikahimu adalah menghabisi kalian semua, termasuk kamu. Jadi tunggu ajal kalian satu persatu, dan pastinya akan terasa lebih seru haha.” ***** Philip menggerakan pinggulnya menyatukan tubuhnya dengan tubuh lain yang berada dikukungannya. Dia merasa hidup kembali setelah sekian lama. Dia terus melancarkan aksinya dengan menghentakan terus dengan ritme yang kencang, membuat sang wanita begitu puas dengan mata tertutup dan diselingi oleh desah merdu yang menguasai seluruh penjuru ruangan. “Argh Phil, kau sungguh luar biasa ahh..” Philip terus memompanya dan hingga saat dia akan sampai ke pelapasannya, dia mencabut miliknya, dan menyemprotkan cairan dari miliknya di perut sang wanita. Pria itu sangat puas, dia kembali berbaring disebelah wanita itu dan menciumi bibirnya sambil memeluk dari arah samping tubuhnya. “Kau sangat luar biasa baby, aku tak mengira bahwa aku akan kembali hidup lagi karenamu.” Monalisa tersenyum dengan senang, dia mengelus rahang pria itu dengan sensualnya, “Aku bahkan lebih suka ketika kau menyentuhku, kau lebih gagah dan sangat membuatku puas,” kata Monalisa dengan nafas yang masih terengos – engos. Philip tersenyum senang, dia kemudian meletakan tangannya di puncak d**a wanita itu dan memainkannya. Dia meremas dan memelintir p****g wanita itu dengan gemas. Membuat sang empu menjerit puas, “Argh, Phil, kita sudah melakukannya.” “Aku ingin lagi, aku menginginkan lagi bermain bersamamu Lis..” Dengan sigap, Philip sudah berada diatas wanita itu. Dia langsung melahap puncak d**a milik Monalisa, dan memainkan dengan lidahnya. Dia kembali melakukan pemanasan dengan menggesekan tangannya kembali dimilik Monalisa, dia merangsang kembali wanita itu agar dia bisa b******a kembali dengannya. Mereka terus melanjutkan hingga pagi hari tanda berhenti, karena, Monalisa adalah candu dari seorang Philip Alexander. Dia tak akan melepaskan wanita itu sampai kapanpun.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD