bc

PELACUR DIBAWAH UMUR

book_age18+
1
FOLLOW
1K
READ
love-triangle
mafia
scary
loser
lucky dog
harem
kingdom building
like
intro-logo
Blurb

kisah ini terinpirasi dari anak anak korban broken home, tidak sedikit dari mereka yang hidupnya terlantar usai perceraian orang tuanya, cerita ini mengisahkan tentang seorang gadis belia 13 tahun (luka) yang hidup sendirian dijalanan usai kematian sang nenek, sementara kedua orang tuanya tidak diketahui keberadaannya, orang orang disekitarnya selalu memanfaatkannya untuk mendapatkan uang dan juga kepuasan bagi mereka sendiri, mampukah luka keluar dari hidup yang kelam dan menemukan sebuah kebahagiaan yang selama ini ia dambakan??...

chap-preview
Free preview
BAYARAN 5 RIBU
" aduh sakit om, pelan pelan ya" ucapku pada pelangganku yang ke 3 dihari ini " kalo pelan gak akan enak dong sayang, gimana sih kamu" " ya sudah om" aku tidak berani membantah ucapannya, takut jika bayaranku tidak diberikan seperti yang sudah sudah,, rasanya benar benar sakit tapi aku terpaksa melakukannya, jika tidak, aku tidak bisa makan hari ini " sudah ya, cuma segitu yang om kasih" kinerja kamu hari ini kurang" ucap om yang baru saja aku layani itu, aku tidak tahu namanya, mereka hanya menyuruhku memanggilnya om, ini untuk kedua kalinya dia memakai jasaku " om ini cuman 5 ribu, bisa ditambah sedikit tidak?" " itu sudah cukup untukmu membeli nasi, ya sudah om pergi dulu" miris!! aku menahan sakit yang luar biasa hanya untuk mendapat uang 5 ribu, aku tidak bisa protes, om itu selalu mengancam akan membunuhku, waktu pertama kali dia menyewaku, dia hanya memberiku 15 ribu, uang yang paling banyak aku dapatkan hasil menjual tubuhku selama ini paling banyak ialah 50 ribu selebihnya hanya dibawahnya, baru baru berumur 13 tahun tapi aku sudah menjajakan tubuhku untuk orang orang dewasa, ada diantara mereka juga yang seumuran denganku, hari ini aku hanya mendapatkan 30 ribu dari 3 pelanggan, jangan tanya orang tuaku kemana, mereka masih hidup tapi bagiku telah mati, setelah bercerai mereka menitipkan ku pada nenek lalu mereka menikah lagi, membangun keluarga baru dan membuangku, tidak lama kemudian nenekku meninggal, sementara aku tidak tahu dimana orang tuaku, aku luntang lantung dijalanan hingga memilih untuk menjual tubuhku untuk sesuap nasi, lagupula tidak ada yang menginginkanku, untuk apa aku menjaga kehormatanku, aku sendiri tidak punya siapapun... aku tidak berharga... ***** hari ini sangat sepi, tidak ada satupun pelanggan yang mendatangiku, aku merogoh saku ku, hanya tinggal 5 ribu yang kumiliki semenjak 2 hari yang lalu, aku mencoba sehemat mungkin dulu awal awal aku terusir dari kontrakan nenek, aku ditawari tinggal dan bekerja oleh seseorang yang baru saja aku kenal, saat itu aku sedang duduk direl kereta api, aku tidak tahu harus kemana, lalu seseorang menghampiriku " hay dek, apa kamu sedang menunggu seseorang?" tanya perempuan itu padaku " tidak kak, aku tidak menunggu siapapun, aku tidak punya rumah, nenekku baru saja meninggal dan aku diusir dari kontrakan karena sudah lama tidak membayar sewanya" lalu lelaki yang kutafsir adalah suaminya itu menyahuti " kalau begitu, ikutlah dengan kami, kau bisa bekerja ditempat kami dan langsung tinggal disana, apa kau mau?" jujur aku yang mendapatkan tawaran itu langsung menerima tanpa aku pikir barang sedikitpun " benarkah kak?, aku mau" ucapku pada mereka " ayo naiklah" kemudian aku naik keatas motor dengan posisi didepan bonceng tiga " tidak apa apa kan kamu sedikit meringkuk?, rumah kami tidak jauh kok dari sini" " ya tidak apa apa kak, aku bisa" jawabku yakin motor pun melaju dengan jarak tempuh beberapa menit, kami sampai disebuah rumah sederhana namun tertata sangat rapi " ayo masuklah" " perkenalkan namaku rena dan ini suamiku diki" ucapnya mengenalkan diri setelah aku dipersilahkan duduk " siapa namamu?" " namaku luka" jawabku sedikit menunduk " siapa yang memberimu nama itu?" " aku sendiri" " kenapa?, namamu sedikit unik" kali ini kak diki yang bertanya " tidak ada alasan, aku hanya suka dengan nama itu" ucapku tersenyum sebenarnya aku memberi nama itu pada diriku sendiri karena sejak aku sudah mulai mengenal dunia, aku selalu merasa terluka, saat orang tuaku belum bercerai, aku mendengar mereka bertengkar setiap hari, bahkan ayahku tidak segan segan memukul ibuku, setelah bercerai, orang tuaku membuangku, aku bukan anak yang diinginkan, jadi aku pikir luka adalah nama yang cocok untukku karena aku terlahir untuk merasakan luka " baiklah lebih baik sekarang bersihkan dirimu, kamar mandi ada disana, aku akan mengambilkan baju untukmu ya" seperginya kak rena, hal yang tidak aku duga duga terjadi, kak diki merangkulku, jaraknya begitu dekat, saat itu aku belum mengerti sama sekali, jadi aku bersikap biasa saja " kamu mandi ya, biar wangi dan tambah cantik" ucapnya mendekatkan wajahnya padaku selang beberapa waktu, kak rena keluar dan membawa pakaian untukku " pakailah ini setelah mandi, ini handuk untukmu" aku berfikir aku sangat beruntung bertemu dengan orang baik seperti mereka, pasalnya aku tidak membawa apapun, hanya pakaian melekat dibadan, hanya itu yang aku punya, setelah mengambil pakaian dan handuk itu, aku pun masuk kekamar mandi dan mulai membersihkan diriku selesai mandi, samar samar aku mendengar suara kak rena dan kak diki sedang berbicara didalam sebuah kamar " kita jangan buru buru untuk mengirimnya, biarkan dia lebih memercayai kita dulu" samar samar terdengar suara kak diki, lalu kali ini kak rena yang bicara " kita harus cepat, bos bilang ada yang memesan ginjal, jadi kita harus mengirim anak itu sekarang juga" aku yang mendengar percakapan mereka sangat terkejut, secara diam diam aku keluar dari rumah itu dan segera berlari, aku tidak mau mati sia sia tetapi naasnya mereka menyadari kalau aku sudah mengetahui niat mereka terhadapku " hey kamu mau kemana,,, jangan lari" kak rena berteriak memanggilku namun aku harus berlari tanpa menoleh kebelakang sedikitpun " cepat ambil motor kita kejar dia" dari kejauhan aku masih dapat mendengar suaranya aku berlari sekencang mungkin, aku tidak boleh sampai tertangkap atau mereka akan menjualku dan aku akan mati, aku belum mau mati, aku ingin merasakan kebahagiaan yang selama ini tidak pernah aku rasakan, jika aku mati hari ini TUHAN sungguh tidak adil padaku,,,, dari kejauhan terdengar suara motor yang ku yakini adalah suara motor kak rena dan kak diki,,, aku berlari menuju semak semak dan menghempaskan tubuhku disana tidak peduli dengan goresan ditanganku yang akibat tertusuk kayu kayu yang tajam,,, entah aku pingsan atau tertidur, aku membuka mataku,,, syukurlah aku masih berada ditempatku bersembunyi tadi, aku merasa sedikit lega, aku membersihkan pakaianku yang kotor terkena semak belukar kemudian aku keluar dan memilih untuk berjalan kearah selatan, dalam perjalanan, aku terus berfikir, hendak kemana aku ini, aku takut jika bertemu dengan kak rena dan kak diki lagi atau mungkin aku bertemu dengan versi mereka yang berbeda, tanpa sadar aku menangis, aku merasa sangat putus asa, perutku lapar, badanku terasa sakit, terlebih kakiku sedikit pincang akibat goresan beling karena aku tidak memakai sendal,,, penglihatanku perlahan buram, kepalaku pusing dan akhirnya aku jatuh tidak sadarkan diri.....

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Mistletoe Miracle

read
7.1K
bc

Three Alpha Bikers Wants An Open Marriage(An Erotic Paranormal Reverse Harem)

read
88.5K
bc

Nanny And Her Four Alpha Bullies

read
26.4K
bc

The Bounty Hunter and His Wiccan Mate (Bounty Hunter Book 1)

read
101.3K
bc

Tis The Season For My Revenge, Dear Ex

read
73.3K
bc

The abandoned wife and her secret son

read
3.2K
bc

Part of your World

read
87.8K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook