“Tidak! Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, tinggalkan saja aku dan hiduplah! Fern...” Wanita yang ternyata adalah Goddess itu, meraih tangan Faikar dan menariknya untuk berdiri dari posisi berlutut. Raph berpikir ia tidak bisa untuk berdiam diri saja setelah mengetahui inilah yang terjadi pada Faikar, ia membutuhkan suatu penjelasan mengenai hal ini. “Hey! Kau bilang, temanmu sudah mati!” Raph berteriak dengan kencang pada Faikar, ia berharap Faikar ingat apa tujuan mereka disini. Sebuah kebenaran pun terngiang dalam pikiran Faikar, sontak ia membuka matanya dan melepaskan genggaman tangan sang Goddess dengan cepat. “Tataplah aku, dan ayo kita pergi Faikar!” ucap Goddess itu, ia kembali menggenggam tangan Faikar dengan lembut. Namun Faikar menolaknya, ia berjalan mundur seray

