“Dia mati karena kesalahanku.” Satu ucapan itu terlontar dari mulut Faikar. Ucapan itu terdengar sangat menyedihkan dan mengandung penyesalan. Lelaki clairvoyant itu hanya menatap kearah depan dengan kosong, terlihat sangat menyedihkan. “Jangan menyalahkan dirimu sendiri Faikar, kematian adalah hal yang tidak dapat kita prediksikan bukan?” Sandara menepuk pelan pundak Faikar yang lebih tinggi darinya, ia ingin sekali membuat Faikar merasa mempunyai teman kembali. Menurut Sandara, Faikar telah melalui hal yang sangat tragis, ketika ia harus kehilangan seorang teman meskipun Sandara sendiri tidak mengetahui apa penyebab dari kematian teman dari Faikar tersebut. “Inilah dia… Ala Mortem!” Faikar mengalihkan pembicaraan mereka dan lebih fokus menatap kedepan. Saat ini, ketiganya tengah menga

