Chapter 9 : Keraguan dan Ketakutan

1220 Words

“Ala mortem, sebuah tempat dimana seluruh ketakutan menjadi nyata. Dalam sejarah diceritakan, bahwa hanya ada satu orang yang berhasil melewatinya dan para Clairvoyant setelahnya selalu gagal. Disinilah tempat berakhirnya perjalanan mereka para pencari delapan tumbuhan suci.” Raph maupun Sandara bungkam, mereka terkejut dengan penjelasan Faikar tersebut. “Tapi… Bukankah kau adalah seorang penjaga kedelapan tanaman suci ini?” Sandara menatap Faikar, ia berfikir mungkin dengan status Faikar sebagai penjaga akan memudahkan mereka, dan ia juga mencoba menenangkan dirinya sendiri. “Benar, tetapi itu tidak mengubah kenyataan. Dan kenyataan yang ada adalah tempat ini belum pernah ditaklukan kembali oleh Clairvoyant selama satusan tahun.” Faikar menatap keduanya dengan mata yang berwarna abu-abu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD