Haru dan Mugi baru saja keluar dari kereta api, mereka langsung meninggalkan terminal, lalu melanjutkan perjalanan ke rumah ibu Haru yang tidak begitu jauh dari terminal. Keduanya bergandengan tangan, mereka bahkan terlihat begitu menikmati kebebasan. Mugi tersenyum karena melihat Haru yang tidak memiliki banyak beban, ia merasa sangat senang karena istrinya itu bisa melakukan banyak hal dengan hati yang gembira. Walau ia merasa jika sebentar lagi akan menghadapi masalah besar, tetapi hal itu bukanlah masalah besar. Mugi merasa jika ada Haru di sampingnya, maka semua yang terjadi adalah hal yang baik. Haru yang sadar jika sang suami terus saja memerhatikannya berhenti melangkah. “Mugi, kenapa kau terus memerhatikanku?” Mugi yang sudah ketahuan oleh Haru terlihat salah tingkah, ia meng

