BAB 50

1201 Words

Seorang pria paruh baya berdiri dengan wajah cemas di depan gerbang, ia menunggu orang di dalam sana segera keluar, lalu mereka bisa bicara. Jika saja masalahnya tidak serumit saat ini, maka ia tidak akan peduli dengan apa pun, dan lebih memilih bersantai di rumahnya. Tapi, masalah mereka kali ini lumayan berat, bahkan mengharuskan untuk bekerja sama memikirkan jalan keluar. Pria itu kembali memencet bel, ia menatap penuh harap ke arah gerbang itu, dan berdoa semoga saja orang yang akan dikunjunginya ada di rumah. Tidak berapa lama, gerbang rumah pun terbuka. Seorang wanita berusia tidak begitu jauh darinya menampakkan diri, dan ia pun merasa tidak begitu nyaman karena harus mengganggu waktu wanita itu. “Apa Sora datang ke sini?” tanya pria itu dengan cepat. Ia tidak peduli dengan basa-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD