Seperti biasa kepulangan mereka disambut oleh kedua orang tua Dandi. Menyambut dengan hangat anak lelakinya dengan pelukan, sedangkan dengan Aisyah hanya bersalaman seperti biasa saja. Walaupun sudah di anggap dan diterima, tapi perbedaan tetap terlihat begitu nyata. Aisyah sudah tidak peduli, yang penting kedua mertuanya sudah tidak lagi berkata yang tidak enak di dengar itu sudah cukup. "Beli sayur di mana ini?" tanya Tini pada Aisyah yang menyimpan sayuran di atas meja karena mereka duduk terlebih dahulu sebelum masuk. "Di jalan tadi anak kecil yang jualan. Baru metik itu masih seger banget. Masak di campur tempe, Bu." Pinta Dandi pada ibunya. "Kamu udah punya istri loh, minta Aisyah yang masak. Ibu mah tugasnya masakin buat, Bapak." "Sombong! Ya udah Sayang besok masakin tempe keca

