Aisyah sangat takut setelah kejujurannya akan merubah sikap sang suami. Namun, ternyata itu semua hanya ketakutan yang tidak berguna karena ternyata sikap Dandi masih seperti biasa. Aisyah bahkan tidak bisa tidur semalam karena memikirkan perasaan suaminya. "Pagi, Sayang." Aisyah semakin merasa bersalah saat melihat sikap suaminya yang tetap manis padahal sudah ia kecewakan. Tersenyum lembut yang menyejukkan membuatnya jatuh hati lagi. "Pagi juga, Sayang. Hari ini kamu tampan sekali," puji Aisyah. "Masa? berarti selama ini aku enggak tampan dong?" "Suami aku selalu tampan dan baik. Terima kasih untuk hari yang selalu indah terima kasih sudah tidak marah atas kejujurannku. Teriia kasih buat semuanya." Aisyah mengecup bibir Dandi setiap kali ia mengatkan terima kasih, tidak menyangka j

