Aisyah menggenggam erat tangan suaminya saat mereka tiba di bandara, ia takut hilang di tengah keramaian. Penerbangan mereka masih satu jam tapi semua sudah berkumpul di dalam bandara. Dandi memberikan camilan untuk istrinya agar Aisyah merasa nyaman. "Sayang ke toilet yuk," ajak Aisyah yang ingin membuang air kecil. "Sama Ibu aja, Ibu juga mau ke toilet." Dua wanita berbeda generasi itu berjalan saling bersisian, tidak ada pembicaraan layaknya mertua dan menantu yang akur. Tini lebih memilih menegakkan jalannya disamping Aisyah yang justru jalan sedikit menunduk. Untung saha penampilan Aisyah tidak membuatnya norak, hingga tidak membuat wanita paruh baya itu malu. Walaupun hidup dikampung dan kaya Tini tidak norak dengan memakai banyak perhiasan. Gayanya seperti sosialita yang hanya

