Bulan madu yang penuh gairah dan keromantisan telah usai dengan perjalanan yang melelahkan. Aisyah hanya duduk sebagai teman pengemudi, tapi entah mengapa rasanya ia sangat lelah begitu sampai di rumah. Dandi memintanya langsung masuk dengan hanya membawa tas kecil miliknya, karena semua barang bawaan akan diturunkan oleh pembantu mereka. Mereka sempat mampir ke tempat penjualan oleh-oleh khas Bandung membeli beberapa jenis makanan siap santap sebagai buah tangan yang akan Aisyah bawa ke rumah orang tuanya. Wajit Cililin, Bolen, Peyeum ketan dan juga singkong, kue bagelan, Sumpit, brownies yang sudah tidak asing namanya dan juga beberapa baju juga sepatu yang semuanya menghabiskan hampir lima juta. "Aku ke kantor sebentar ya." Aisyah baru sampai dan mendudukkan tubuh di atas kasur empuk

