[18]

1418 Words

CUKUP empat hari gue istirahat paska operasi yang memalukan itu. Jangan ditanya, cerita pas gue kentut. Dua cowok yang biasanya terlihat cool, mendadak makin cool pas gue kentut di depan mereka. Ya, gue tahu sebenarnya mereka berusaha nahan ketawa, tapi dari muka mereka yang makin merah itu, gue juga paham bahwa mereka pengen banget ngakak! Sialan! Udahlah, enggak usah diungkit lagi! “Frans, Bu Sasmi enggak puas sama desain lo. Dia minta diganti, kurang futuristic. Desain lo terlalu kuno, entahlah,” jelas Lea, sekretaris Bu Sasmi—klien langganan Mas Frans. “Lo harusnya udah paham dong sama maunya dia.” Denger Lea ngomong kayak gitu, gue merasa bersalah. Desain yang diserahin Mas Frans ke Bu Sasmi, sebenarnya desain usulan dari gue. Kemarin pas istirahat, Mas Frans minta gue tetep review

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD