Setelah kejadian di ruangan Mas Frans itu, gue mutusin buat cuti dua hari. Gue perlu nenangin diri, nyari jawaban tentang sesak yang gue rasain setiap kali inget kalau Pak Tria udah jadi miliknya Lea. “Lo suka sama Pak Satria itu namanya.” Kalimat dari Laras yang terus muter-muter di otak gue selama dua hari ini. Bikin gue kepikiran terus. “Mau lo sangkal sekeras apapun, lo udah jatuh cinta sama dia.” Ya, Laras benar. Tanda-tanda kalau gue jatuh cinta sama Pak Tria udah sering kali gue rasain, tapi sisi gue yang lain terus menyangkal. Lebih tepatnya enggak percaya diri, untuk ngungkapin rasa, bahkan lebih milih bohong saat Pak Tria bilang cinta ke gue. “Mbak Ken,” panggil Lala. “Ada tamu.” Tamu? Siapa? Penasaran, gue bangun dari tempat tidur gue dan berjalan menuju ruang tamu. D

