2. Awal Mula

2135 Words
Aku Ayra Felisya Hermawan aku putri tunggal dari pasangan Ronal Hermawan dan Mariana Hermawan. Sebagai anak tunggal aku terbiasa dengan semua fasilitas yang diberikan oleh orangtuaku mungkin orangtuaku bukan pengusaha sukses seperti suamiku sekarang karna ayahku seorang dokter dan ibuku seorang dosen. Tapi dengan semua fasilitas yang disediakan oleh orang tuaku tidak manjadikanku sebagai pribadi yang sombong dan tinggi hati karena sewaktu aku masih kecil sampe aku dewasa aku udah terbiasa ditinggal sendiri dirumah sama pembantu sementara oarangtuaku bekerja dan mereka ada waktu denganku hanya weekend dan liburan sekolah. Itupun selalu aku syukuri dan lagipula aku punya sahabat cewek dari mulai TK hingga sekarang Tika Mahardika namanya dan ada anak cowok juga Satrio Hartono yang merupakan cowok pertama yang aku suka semenjak aku SD. Dan rasa itu bertahan sampe aku kuliah dan aku menceriitakan itu semua pada Tika sahabatku dan tentunya kepada kedua orang tuaku karna orangtuaku mengharuskan keterbukaan dalam komunikasi kami dirumah jadi jangan heran kalo kedua oangtuaku aku menyukai Satrio dari masih usia dini. Awalnya au tidak mengetahui kalo sahabatku  Tika juga menaruh hati pada Satrio dan begitu juga sebaliknya. Sampe pada ketika aku dan Tika selesai kuliah dan aku baru tau kalo kedua orangtuaku dan Kedua orangtua Satrio udah menjodohkan kami dari kami kecil karena ibuku dan mama Satrio sahabatan dari jaman mereka SMA dan ketika Mamany Satrio melahirkan anak laki- laki dan ibuku langsung bilang kalo Satrio harus jadi Mantunya dan 4 tahun kemudian ibuku melahirkan anak perempuan dan itu aku jadi ucapan itu bisa terlaksana dan papa Satrio dan ayahku juga setuju kalo dimasa depan mereka besanan. Mendengar berita itu aku langsung senag “ ini beneran bu kalo Ayra dan mas Satrio mau dinikahkan????” kataku bersemangat setelah mengetahui ceritanya karna aku beneran cinta dengannya yang selalu menemaniku dari aku kecil “iya donk sayang kamu seneng gak dengernya “ Ujar ibu sambil mengelus rambutku “seneng donk bu kan ibu sama ayah tau kalo Ayra suka ama mas Satrio dari aku masih kecil ucapku lagi sambil memeluk ibuku dengan hangat dan ayah mencium pucuk kepalaku karena posisinya aku berada ditengah -tengah kedua orangtuaku “ kalo kamu udah setuju berarti ayah dan ibu tinggal tunggu orang tua Satrio dan Satrio datang untuk meminang kamu sayang” kata ayah yang masih mengelus rambutku “sayang ayah” kataku sambil memeluk dan mencium pipi ayahku dan kemudian ibuku juga bersuara “Cuma sayang ayah makanya kamu cium ayah aja” kata ibu dengan muka cemberut “ Ayra juga sayang ibu kok kataku sambil mencium ibuku juga “sayang ayra......sayang ayra......sayang ayra rapalku sambil menciumi wajah ibu dan ayahku. Kabar itu membuatku senang dan aku membayangkan kalo nanti aku akan punya anak – anak yang cantik dan ganteng hasil perpadanku dengan Satrio. Satrio itu tinggi, putih matanya ituloh bikin aku terpana bukan biru ato ijo tapi coklat dan hidungnya yang kayak perosotan tk buat dia semakin kelihatan ganteng dan sifatnya yang cool bikin aku meleleh, dan setelah aku masuk kekamarku aku langsung mencari handphone buat kasih kabar ke Tika sahabatku. Aku telpon berkali – kali tapi gak diangkat olehnya ‘apa tika sudah tidur yah’ gumamku tapi masih jam segini gak biasanya Tika tidur jam segini sambil melirik jam beker di nakas samping tempat tidurku dan masih menunjukkan jam 9 malam biasnya jam segini aku dan tika masih chat dan vc tapi aku abaikan dan mengirimkan pesan chat padanya yang menyatakan kalo besok aku mau ketemu di kafe biasa kami berdua nongkrong. Aku masih blom bisa tidur dan masih terngiang ngiyang membicaraan ama kedua rangtuaku tadi tentang perjodohanku dengan satrio. Sampe aku tertidur hampir tengah malam. Dan keesokan harinya aku bangun kesiangan dan untungnya aku gak harus ke kampus pagi – pag karena tinggal nunggu wisuda saja. Aku beranjakdari tempat tidur menuju kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi dan turun ke bawah buat sarapan. Diruang mkan sudah tersedia roti, s**u dan berbagai jenis selai. “bi inah panggilku pada pembantu yang menemani aku mulai aku kecil sampe dewasa dia yang mengasuh dan setia ikut dengan keluargaku dan aku anggap seperti ibuku sendiri. Tidak berapa lama wanita hampir setengah abad itu menghampriku sambil sedikit tergesa- gesa “ iya non, ada apa panggil bibi ada yang bibi bisa bantu” ucapnya sambil sedikit tarik napas. Aku tersenyum melihatnya “bibi kenapa kok kayak dikejar debt colebtor gitu ngos – ngosan sih????” kataku sambil tersenyum “lagian non Ayra manggil bibi kirain non butuh apa gitu makany bibi buru – buru ucapnya lagi “hehehehehehehe, gk kok bi Cuma mau tanya ibu sama ayah udah barangkat apa blom ujarku lagi “Udah non. Tadi Tuan berangkat agak pagian katanay ada operasi dan Nyonya baru aja brangkat sebelum non turun katanya Nyonya ada jadi pembicara di acara di acara seminar kampus makanya gak nunggu non sarapan ucapnya panjang lebar “oh gtu ya udah deh bi kalo gtu Ayra udah selesai sarapan mau ke kamar trus mandi mau ketemu ama Tika nanti pas makan siang bibi gak usah masak Ayra makan di luar ato bibi nanti mau apa biar Ayra bawain nanti kataku menawarkan makan siang pada bibi inah “gak usah non Ayra nanti biar bibi masak buat bibi makan katanya lag “yaudah kalo bibi nolak padahal Ayra mau traktir bibi makan kan Ayra lagi seneng ucapku scengar cengir dan bibi tertawa “iya tau yang mau dilamar ama Tuan Satrio ya kata bi inah lagi “heheheheheehehe bibi bisa aja kataku dengan wajah merona “udah aku mau mandi trus berangkat bibi ati – ati ya di rumah kataku sambil berlalu. Aku beranjak ke lantai dua kamarku untuk beres - beres menemui Tika sahabatku. Selesai mandi dan pake baju casual dan celana jeans dan sepatu kets dan buru- buru turun ke bawah dan mengambil kunci mobilku di lemari grenza. Dan beranjak ke garasi mobil dan berlalu keluar rumah. Begitu sampe kafe tempatku dan Tika ketemu aku langsung memarkirkan moblku dan buru – buru masuk karena aku udah telat maklum lah jam- jam segini pasti macet. “maaf...maaf..maaf” kataku sambil duduk “gak pa pa kok lagian gue juga baru nyampe kok” jawab Tika yang menoleh padaku tapi tangannya masih membolak balik buku menu yang didepannya “ ayra mau makan apa nih gue mulai lapar deh” katanya lagi “biasa aja deh gw juga lapar Tik” kataku sambil minum air putuh yang tersedia di meja “ok gw pesen ya” ujarnya sambil memanggil waiters “sorry semalam gw gak angkat telpon loe karna teman gw main ke rumah dan hp gue tinggal di kamar” ucapnya lagi “iya gak apa apa kok santai lagian kan gue mau cerita banyak hari ini” kataku cengar cengir dan sambil tersenyum “Ayra loe kenapa malah cengar cengir sambil senyum – senyum sendiri loe lagi gak sala minum obatkan” katanya sambil memegang keningku “ihhhhhh.......apaan sih gw masih waras kok lagian gue gak salah minum obat dan gue gak sakit” kataku sambil menurunkan tangannya dari keningku, dan dia tertawa. “kenapa dengan sahabatku ini kayaknya lagi seneng banget” katanya sambil mencolek daguku dan waiternya datang dan menanyakan pesenan kami berdua “ saya mau pesen mie ayam bakso  satu tapi gak pake daun bawang dan nasi goreng Seafood pedes satu dan minumnya es Lemon teanya 2 ya mbak ucap Tika pada mbak – mbak waiternya “ditunggu ya mbak” kata waiters kafe dan berlalu “jadi kenapa loe seneng banget apa yang terjadi cerita buruan” katanya gak sabaran “loe tau gue dijodohin ama anak sahabat nyokap gue dan cowok itu adalah cowok yang selama ini gw suka tika kataku sambil sedikit teriak untung saja pelanggan di lantai dua kafe yang kami datangi sedikit lengang kalo gak pasti aku sudah malu. “wah selamatnya Ayra gue seneng dengernya” katanya dengan muka lesu “loe kenapa Tika kok mukalu lesu gitu cerita sama gue” tanyaku balik. Tika cuma diam dan menghela napasnya dengan kasar dan tidak berapa lama pesenan kami datang dan kami makan dengan diam dan sesekali aku memperhatikan wajah sahabatku Tika tidak secerah biasanya aku sampe berpikir kenapa dengan wajah sahabatku apa dia lagi ada masalah ato dia lagi ada masalah keluarga.   30 menit kemudian....... “ Tika, loe kenapa sih dari tadi wajah loe lesu gtu ada masalah???” kataku setelah piring bekas makan kami di angkat oleh petugas kafenya. Tika masih diam dan matanya sudah berkaca – kaca “cerita ama gue Tika ada masalah apa “ Ayra cowok gue mau di jodohkan ama orangtuanya dengan anak sahabat mamanya ucapnya dengan mata berkaca- kaca “ Apa????????” ucapku dengan mata terbelalak “bagaimana bisa Tika, coba kamu cerita ama aku kronologisnya ujarku kemudian “ kemarin malam cowo gue datang ke rumah, dan dia cerita kalo dia mau dijodohkan dengan anak sahabat mamanya dan perjodohan ini dimulai semenjak dia masih kecil” , ucapnya dengan airmata yang mulai mengalir dari bola matanya. Aku yang melihat itu langsung beranjak dari bangku yang aku tempati dan bergeser ke samping bangku Tika dan memeluknya. “Trus pacar kamu terima perjodohan itu?? tanyaku sambil memeluknya “ Dia bilang akan menolak perjodohan itu dan akan membawaku ketemu oarang tuanya secepatnya, Jawabnya kemudian”. Aku masih memperhatikan sahabatku yang masih menangis dan sesekali mengusap airmatanya dengan tisu yang aku berikan. Sebenarnya aku prihatin dengan keadaan Tika disaat aku bahagia karena akan dijodohkan dengan cowok yang selama ini aku sukai, tapi sahabatku malah sedih mendengar kabar bahwa pacarnya mau dijodohkan dengan cewek lain. Mungkin kalo aku ada diposisi Tika pasti aku juga akan merasa sedih. “Tika kalo pacarmu mau mengenalkan dirimu dengan orang tuanya kenapa kamu masih sedih?? Tanya ku lagi”. Bener donk harusnya kalo Tika mau dikenalkan sama oarang tuanya berarti cowok itu serius cinta dengan Tika. “itu dia masalahnya Ayra kalo gue ketemu orang tuanya dan orang tuanya gak mau nerima aku karna aku bukan dari keluarga terpandang gimana trus kalo gue mau diajak ketemu dengan orang tuanya itu berarti cowok gue melawan orang tuanya donk trus cowok gue jadi anak durhaka gimana?? Tanya padaku”. “sekarang bukan jaman siti nurbaya Tika, jadi orang tua gak bisa menentukan pilihan hati anak – anak mereka jawabku lagi”. “trus loe kenapa terima perjodohan yang orang tuamu mau??, Tanyanya lagi padaku “kan gue udah bilang kalo cowok yang mau di jodohkan sama gue itu cowok yang dari dulu gue taksir makanya gue mau klo gak ngapain banget gue mau terima dijodohkan,” jawabku sambil senyum “trus sekarang gimana loe setujukan mau ketemu sama calon mertua???” tanyaku lagi “gue bilang ama cowok gue kalo gue gak mau ketemu ama kedua orang tuanya karena gue gak mau kalo cowok gue durhaka sama orang tuanya karna belain gue biar gimana pun surga anak laki – laki walaupun dia menikah tetap ibunya, jadi gue ikhlas untuk mengalah” jawabnya dengan mata yang berkaca- kaca. Aku kembali menghela napas dengan kelakuan Tika sahabatku yang selalu mikirin orang lain terlebih dahulu baru mikirin dirinya sendiri. Kadang sikap seperti itu emang perlu karna tidak semua apa yang kita mau bisa kita dapatkan.  Awalnya aku tidak tau kalau aku dan Tika mencintai Pria yang sama. Sampe pada akhirnya kedua orang tua dan kakak Tika meninggal akibat tabrak lari yang dilakukan oleh yang tidak bertanggung jawab sewaktu mereka akan berkunjung ke semarang dan Tika tidak ikut karena urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Semenjak kejadian itu Tika tinggal bareng bersama orang tuaku karena aku harus ikut suamiku tinggal dirumah mertuaku. Aku yang tidak curiga kalo suami yang selalu mengajakku ke rumahku dengan alasan inginaku tetap merawat kedua orangtuaku sampe akhirnya aku melihat suamiku b******u dengan Tikaa didalam kemar saat aku mau mengajak Tika keluar. Jujur aku kecewa dan marah pada saat itu tapi apa boleh buat kalo pada akhirnya Tika mengalah dan pergi jauh dari kami semua. Itu juga alasanku aku suka berteman dengan Tika biar gimana pun aku gak bisa marah ato benci dengannya walaupun pada akhirnya Tika bersama laki – laki yang menjadi cinta pertamaku dan merawat anak perempuanku setelah Tika keguguran anaknya karena penyakit tumor yang dialaminya dan harus operasi pengangkatan rahim untuk mencegah penyebarannya. Tapi aku bahagia dan legowo untuk itu karena aku yakin bahwa Tika akan menyayangi anakku seperti anaknya sendiri dan akan mendidiknya menjadi pribadi yang hamble dan cewek yang mandiri dan taat. Maaf aku jadi kalian mellow dengan ini tapi aku akan cerita semuanya gimana akhirnya aku cerai dengan suamiku dan menikah lagi dengan seorang dokter kece yang merupakan anak buah ayahku  di rumah sakit dan dokter yang merawat ayahku yang terkena stroke ringan karena perceraianku. Dan pada akhirnya aku harus menikah lagi dengan suamiku yang sekarang karena kecelakan pesawat yang dialami oleh suami dan orang tuaku sewaktu mereka melakukan perjalanan untuk menghadiri seminar yang diadakan di Swiss.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD