Setelah pertemuanku dengan Tika sahabatku di kafe, aku kembali ke rumah setelah singgah sebentar ke supermarket untuk membeli pesanan bi inah yang dikirim ke chat hpku. Aku masih kepikiran bagaimana perasaan Tika sekarang, pasti dia merasa sedih karena cowoknya mau dijodohkan dengan orang lain. Jujur aku merasa kasihan dengan Tika tapi apa mau dikata kalo Tika usah buat keputusan. Tak berapa lama akhirnya aku sampe rumah dam langsung menuju dapur untuk menyerahkan belanjaan yang aku beli di supermarket kepada bi inah sebelum ke kamar dan mandi. Karena biasanya orang tuaku akan pulang sebelum makan malam kalo tidak ada yang urgent di pekerjaan mereka. Nyampe kamar aku langsung buka baju yang aku pake di keranjang baju kotor yang terletak di dekat pintu masuk kamar mandi dan aku segera mandi dan turun ke bawah menonton sambil menunggu orang tuaku datang. Setelah menunggu tidak terlalu lama aku mendengar suara mobil memasuki garasi rumahku berarti oarang tuaku sudah pulang dan aku menyambut mereka di depan pintu sambil tersenyum melihat orang tuaku keluar dari mobil yang dibukakan oleh supir.
“ ibu.....ayah.....” teriakku sambil menyambut kedua orang tuaku ang tersenyum kepadaku
“ anak ayah udah wangi dan cantik” katanya sambil mendekat kearahku sambil mencium puncak kepalaku
“ iya donk, lagian kapan Ayra gak wangi sih yah” jawabku sambil mencium tangan ayah dan ibuku
“ y udah ayuk masuk yah mandi trus makan,” kata ibu masuk rumah
“ tunggu ayah yah princess, ayah dan ibu mau ngomong serius nanti’ kata ayah berlalu.
Aku berpikir apa yang akan diomongin oleh ayah dan ibuku kenapa ayahku bilang mau ngomong serius. Apa aku ada salah tapi seingat aku akhir akhir ini aku gak melakukan apapun yang dilarang oleh ayah dan ibuku karena ayah dan ibuku melarangku pacaran sampe aku selesai kuliah dan gak boleh keluar rumah melebihi jam malam yang diberikan oleh kedua orang tuaku aku memaklumi hal itu karna biar gimana pun aku anak cewek dan anak tunggal jadi pasti ayah dan ibuku kuatir kalo terjadi sesuatu denganku kalo aku keluar melebihi jam malamku. Ya tau lah aku tinggal di kota yang seperti kota yang tidak pernah tidur pasti banyak kejahatan yang terjadi baik disengaja maupun tidak, sebab itu aku tergolong anak rumahan dan introvert aku keluar rumah hanya untuk kuliah atau ketemu Tika sahabatku. Jadi kalau aku keluar rumah bukan ke kampus atau ketemu Tika sudah pasti orang tuaku, karena aku sering diajak ke gala dinner atau acara resepsi pernikahan ato acara formal lainnya yang harus dihadiri oleh ayah dan ibuku. Aku masih melamun sampe tidak menyadari kalau ayah dan ibuku sudah duduk manis di meja makan menunggu sampe bi inah menyamperin aku dan menyuruhku ke meja makan karena ayah dan ibuku sudah menunggu.
“ Ayra kamu kenapa sayang kok dari tadi ibu panggil kamu gak jawab” tanya ibu begitu sambil menarik kursi dan duduk
“princess ayah mikirin apa sih kok serius gitu mukanya “ tanya Ayahku sambil mengusap rambutku dengan cinta
“ maaf ayah ibu aku gak denger tadi” jawabku dengan rasa bersalah, “ayra gak mikirin apa apa kok cuma emang gak dengar aja tadi” jawabku lagi
“ Ya udah ayuk makan habis makan ibu sama ayah mau ngomong sama kamu” kata ibu kemudian. Kami makan dengan hening sampe ibuku bertanya apa aja yang aku lakukan seharian ini
“ hari ini apa yang kamu lakukan sayang” kata ibuku sambil mengambilkan lauk untuk ayahku
“ tadi ayra ketemu Tika bu di kafe biasa kita nongkrong habis itu ke supermarket beli titipan bi inah trus pulang deh” ujarku sambil memasukkan nasi dan lauk ke dama mulutku dengan sendok
“ Gimana kabar Tika sayang, ibu udah lama gak ketemu dengannya “ tanya ibu lagi
“ Tika baik bu cuma Tika lagi ada masalah dengan pacarnya” jawabku
“ oh gitu kamu harus kasih support ya sayang buat Tika karena Tika itu sahabat baik kamu” kata ibu
“ iya bu Ayra akan selalu ada dan support Tika sampe kapanpun “ jawabku sambil senyum
“ udah makan dulu baru ngombrol nanti keselak gmna kata ayahku mengingatkan aku dan ibu
Kami mengangguk sambil tersenyum ke arah ayahku. Itu ayahku yang selalu kuatir keselek makanan denganku dan ibuku kalo kami ngombrol di meja makan seperti saat ini.
30 menit kemudian,
Kami sudah pindah ke ruang tengah dan ibuku lagi didapur membuat teh untuk ayahku. Ibuku itu tipe ibu rumah tangga banget deh meskipun beliau kerja tapi kalau sudah di rumah tetap menjadi istri yang perhatian dan ibu yang baik buatku, selalu memberikan perhatian denganku dan ayahku, aku berharap kalau suatu saat aku jadi ibu dan istri aku mau seperti ibuku menjadi istri yang perhatian akan semua keperluan suaminy, jadi teman diskusi ayahku setiap ayahku membutuhkan teman buat curhat dan ibu yang baik buatku yang selalu mendengarkan curhatanku dan melayani sifat manjaku yang kadang di luar batas tapi ibuku tetap tidak pernah mengeluh malah kelihatan senang melakukan hal itu semua.
“ ini yah tehnya gak pake gula tapi pake madu biar ayah mulai mengurangi konsumsi gula ayah “ kata ibu menyerahkan teh di meja depan ayah
“ iya istriku cerewet tapi cantik “ ucap ayah sambil cengar cengir. Ayahku itu dokter tapi masalah makanan yang dia makan kadang seenaknya gak mikirin kesehatannya jadi ibuku suka cerewet tentang itu.
“ gak terima rayuan “ kata ibu sambil mendaratkan bokongnya di sofa sebelah ayah yang kosong
“ oh istri ayah lagi ngambek nih ceritanya “ ujar ayah sambil memeluk pinggang ibu dan memcium pipinya
“ gak malu tuh ada Ayra ayah” ucap ibu sambil mendorong d**a ayah menjauh. Aku Cuma bisa senyum melihat keromantisan ayah dan ibuku. Aku berharap setelah aku menikah aku bisa seperti itu dengan suamiku kelak, selalu romantis disetiap saat dan sepanjang usia.
“ ayah mau ngomong apa sama ayra” kataku kemudian setelah ayahku puas mencium wajah ibuku
“ Princess ayah mau tanya kapan acara wisuda kamu dilaksanakan” kata ayah dengan wajh serius
“ sabtu minggu depan yah wisuda Ayra dilaksanakan, ayah dan ibu bisa datang kan katanya ragu – ragu sambil menatap wajah ayah dan ibuku secara bergantian dan mereka kemudian tersenyum ke arahku
“ pasti sayang sama putri ibu dan ayah wisuda, kami orang tuamu gak hadir “ jawab ibuku
“ iya princess masa ayah melewatkan momen princess ayah wisuda, ayah dan ibu akan datang akan meluangkan waktu untuk setiap momen berharga buat kamu princess” jawab ayahku sambil mengedipkan mata ke arahku
“ ayah genit bun sama main mata sama Ayra” kataku sambil menghampiri ayah dan ibuku di sofa panjang ruangan tengah dan duduk di tengah mereka berdua
“ makasih ayah” kataku lagi sambil memeluk pinggang ayahku dan mencium pipinya dan ayahku membalas menyusap puncak kepalaku dan aku beralih ke arah ibuku juga dan melakukan hal yang sama .
“ makasih ayah dan ibu sudah menjadi orang tua terbaik di dunia buat Ayra dari kecil sampe sekarang ini “ ucapku sambil mencium pipi ayah dan ibuku bergantian
“ harus princess karena mungkin setelah Princess ayah ini wisuda maka ayah harus rela berbagi kasih sayang dengan suamimu kelak “ ucap ayah sambil mencolek hidungku
“ maksud ayah apa??” tanyaku penasaran dan ayahku masih tersenyum melihatku
“ maksud ayah mungkin sabtu ini keluarga jodohmu datang untuk melamar kamu dan untuk menentukan hari pertunangan dan pernikahan kalian sayang “kata ibu sambil menggenggam tanganku
“ ini serius atau ibu lagi bercanda sama Ayra “ kataku sedikit gak percaya dan merasa senang tentunya
“ iya princess apa yang dikatakan ibumu barusan emang itu kenyataannya dan kami tidak bercanda dan main main kalau menyangkut masa depanmu princess, kami gak mau melihat kamu menderita di masa depan nantinya” kata ayah sambil mengelus pipiku dan mencium keningku
“ makasih ayah buat kasih sayang dan pengorbanan ayah buat Ayra” ucapku sambil berlinang air mata dan membenamkan wajahku di dadanya yang bidang yang selalu jadi tumpuanku setiap aku sedih dan senang.
“ harus princess semua akan ayah korbankan untukmu dan ibumu termasuk nyawa ayah asal kalian berdua bahagia dan tidak kekurangan apapun didunia ini dan selama ayah hidup karena kalian adalah harta ayah yang paling berharga yang ayah punya “ ucap ayahku. Aku dan ibuku langsung memeluk ayahku dengan erat sambil menangis bukan nangis kepedihan tapi tangis kebahagiaan. Jumat paginya begitu aku bangun aku melihat ibuku di dapur berkutat dengan segala hal yang ada di dapur, aku yang penasaran akhirnya menghampiri ibuku dan bi inah di dapur.
“ loh kok ibu jam segini masih di dapur bukannya harusnya ibu siap- siap berangkat kerja ya???” tanyaku sedikit kepo
“ hari ini ibu ambil cuti karena ayah nyuruh ibu menemani putri ibu ini shopping buat acara besok” jawab ibu sambil tersenyum ke arahku dan bibi inah juga begitu, dan aku merona mendengar ucapan ibuku.
Akhirnya menjelang makan siang aku dan ibuku berangkat ke salah satu mall terlengkap dan terbesar di kota ini dengan disupiri oleh mang Maman supir ibuku. Begitu sampe mall yang kami tuju ibu langsung menarik tanganku ke butik langganan ibuku.
“mbak, Miss Cloenya ada saya udah buat janji dengan Miss Cloe kemarin “ kata ibu pada pegawai butik
“ ada bu, ayok bu saya antar ke ruangan Miss Cloe karena Miss Cloe udah nunggu” kata pegawainya dan mengajak kami ke sebuah ruangan yang ada di dalam butik itu.
“ eh nyonya Hermawan silahkan masuk, saya sudah nunggu dari tadi” kata seorang cewek cantik dengan senyuman begitu kami membuka pintu ruangannya.
“ makasih Miss Cloe saya mau ambil gaun yang kemarin saya pesan buat putri saya” kata ibu sambil menarik tanganku.
“ wah putri ibu cantik, pasti cocok dengan pilihan gaun yang ibu pesen kemarin “ katanya sambil mengamati diriku dari ujung rambut sampe ujung kaki aku sampe aku sedikit risih.
“ ayuk non saya antar ke ruang fittingnya, kata pegawai yang tadi mengantar kami. Dan aku mengikutinya dan meninggalkan ibu dan miss cloe. Begitu sampe ruang fiiting aku di kasih gaun warna peach yang berkerah sabrina dan aku mencobanya. Begitu selesai memakainya aku keluar dan untuk menunjukkan kepada ibuku.
“ibu gimana bagus gak????” tanyaku begitu aku sudah didepan ibuku
“ wah putri ibu cantik banget sih” jawab ibu sambil memperhatikan memakai gaun panjangnya sampai betisku dan menyuruhku berputar – putar
“ miss Cloe saya ambil gaun ini dan sepatu ini” kata ibuku sambil mengambil sepatu heels berwarna senada dengan gaunku yang tingginya 7cm
“ wah emang pilihan Nyonya Hermawan gak pernah salah” kata Miss Cloe sambil menyuruh pegawainya membungkus sepatu yang dipilih oleh ibuku dan aku berlalu untuk mengganti gaun yang aku pakai. Dan setelah itu kami langsung pulang ke rumah. Keesokan harinya rumahku sudah dibersihkan oleh orang – orang yang di pesan oleh ibuku pakai aplikasi yang menyediakan jasa tukang bersih- bersih rumah, dan sore harinya ibuku menyuruhku siap- siap dengan Make up artist yang dipanggil oleh ibuku. Sampe ibuku masuk kamarku dan mengamati make up yang aku pakai
“wah putri ibu emang cantik” kata ibu sambil menghampiriku di meja riasku
“ibu Ayra malu “ kataku tersipu malu dengan ucapan ibuku sendiri
“ y udah kamu tunggu di dalam kamar ya nanti kalo calon suami kamu sudah sampe ibu panggil ya sayang” kata ibu sambil berlalu keluar kamarku. Aku udah deg -degkan menunggu laki – laki yang selama ini aku cintai dan akan melamarku untuk jadi istrinya. Sambil menunggu aku menelpon Tika sahabatku dan begitu bunyi dering terdengar aku mendengar suara Tika
“ halo ....kataku menyapa Tika
“Iya, kenapa ayra sayang bukannya hari ini kamu ketemu ama calon suamimu, trus kenapa malah telpon gue sih” kata Tika begitu menjawab salamku
“ Gue deg – degkan Tika mau ketemu dirinya” kataku menjawab Tika
“ coba loe ada disini gue pasti gak deg degkan kayak gini Tika “kataku lagi
“ hmmmm....maaf Ayra sayang aku harus ke rumah nenekku di cianjur” kata tika
“y udah anggap aku di sampingmu Ayra”katanya lagi dan menyuruhku narik napas dan membuangnya supaya aku tenang
“makasih Tika, loe emang selalu bisa menenangkan diriku kalo lagi nerveous kayak sekarang” ujarku
“ iya Ayra sayang, udah dulu ya gue dipanggil nenekku” katanya sambil menutup panggilan telponku dan bersamaan dengan itu ibuku masuk dan menyuruhku turun kebawah dan ibuku mendampingiku turun kebawah. Begitu nyampe anak tangga paling akhir aku liat laki – laki yang selama ini aku cintai tapi aku gak punya keberanian untung mengungkapkannya secara langsung.