5. Rumah Tanggaku

1570 Words
Selesai acara pemberkatan dan acara ramah tamah aku dan suamiku istirahat di hotel yang sama untuk istirahat dan karena resepsi pernikahan akan dilaksanakan malam hari nanti. Begitu nyampe kamar hotel suamiku langsung masuk kamar mandi mungkin dia mandi ato ganti baju. Aku yang merasa lelah tiduran di kasur sampe aku terlelap dan terbangun saat suara suamiku yang membangunkanku “ bangun, saya mau bicara” katanya membangunkanku “ iya mas ada apa” kataku sambil mengucek mataku “ saya cuma mau bilang meskipun kita sudah menikah kamu gak berhak mencampuri kehidupan pribadi saya dan saya juga tidak akan mencampuri kehidupan pribadi anda kalo kita berada di luar rumah tapi kalo di rumah kita harus berakting seperti suami istri kamu paham” katany dengan wajah ketus. Aku yang gak mengira bahwa suamiku akan bersikap begitu setelah kami resmi menikah beberapa jam yang lalu hanya bisa menganggukkan kepala saja sambil berlalu ke kamar mandi untuk menenangkan pikiranku sambil berendam menghilangkan penat dan jujur aku tersinggung dan sakit hati dengan kata-katanya tapi apa boleh buat aku yang terlanjur menyetujui pernikahan ini harus menerima semuanya dengan ikhlas. Setelah beberapa saat aku keluar dari kamar mandi aku melihat suamiku sudah tidur di tempat tidur mungkin dia kecapekan daku yang melihat jam masih ada sekitar 2 jam sebelum make up artis datang buat merias aku untuk acara nanti malam. Aku ikut tidur juga di sebelah suamiku.   2 jam kemudian Aku yang terbangun karena mendengar suara bell kamar kami bedering dan aku bergegas bangun dan membuka pintu dan melihat Make up artis pesanan ibuku datang, aku menyuruhnya datang dan menunggu di ruang depan dan aku masuk kedalam ruang tidur karena kami menginap di kamar President suite jadi di dalam kamar ada ruang tamu untuk menerima tamu kalo ada yang datang boleh dibilang besar kamar ini lebih besar dari kamar tidurku di rumah. Aku masuk kamar mandi untuk cuci muka dan bersiap buat di rias, begitu selesai aku keluar dari kamar mandi aku  menghampiri make up artisnya karena mereka sudah menunggu untuk meriasku. Begitu selesai ku dirias oleh mereka, mereka juga membantu memakai gaun pengantinku, aku selesai denga make up dan gaunnya aku melhat suamiku sudah rapi dan gagah memakai jas putih dan celana putih dengan dasi kupu – kupunya dia terlihat begitu ganteng dan berwibawa banget deh aku aja sampe tidak mengedip mata melihat penampilannya saat ini. Dan tiba saatnya bagi kami keluar dari kamar dan menuju ballroom hotel tempat resepsi kami berlangsung dan aku merangkul tangannya begitu MC memanggil kami masuk dan semua mata tertuju pada kami begitu kami memasuki pintu masuk ballroom dan semua orang terlihat bahagia termasuk kedua orang tua kami yang wajah sumringah dan selalu tersenyum. Begitu berada dipelaminan aku masih kepikiran sama Tika sahabatku yang sampe saat ini blom ada kabar tadi aku coba telpon tapi hpnya mati dan chat aku tidak dibalas dan aku juga mikirin kata – kata suamiku beberapa waktu lalu dan selama acara berlangsung tidak sekalipun kami berbicara wajahnya tetap datar menerima ucapan selamat dari pada tamu undangan. Aku sampe kelelahan karena begitu banyaknya tamu undangan yang datang dan finally acara selesai dan kami kembali lagi ke kamar untuk istirahat. Begitu sampe kamar aku minta bantuan suamiku untuk membuka resleting gaunku “ mas tolongin Ayra bukain resleting gaun donk” kataku sebelum aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan make upku, gosok gigi dab ganti piayama tidurku. “ngerepotin aja sih “ ujarnya sambil membuka resleting gaunku. Dan aku berlari menuju kamar mandi sambiil memegang bagian gaunnku biar tidak melorot, jujur aku malu harus denagn keadaan saat ini. Sekitar 20 menit aku di dalam kamar mandi dan keluar aku melihat suamiku di sofa sambil memegang hp dan mukanya kelihatan serius seperti memikirkan sesuatu dan aku memberanikan diri menghampirinya dan bertanya “ mas, lagi ada masalahnya” katanya dan duduk di sofa depannya “ anda tidak perlu tau urusan dan masalah yang sedang saya hadapi” ketusny Aku terdiam dan menunduk “ lagian kan saya sudah bilang saya itu gak cinta sama  anda saya mencintai wanita lain jadi jangan ikut campur dengan semua urusan saya” bentaknya dan berlalu Tiba – tiba air mataku jatuh tanpa aku sadari aku merenung apa salahku sampai suamiku kelihatan jijik dan menghindariku di hari pernikahanku. Aku akhirnya menuju tempat tidur dan melihat hpku mana tau Tika menghubungiku ato membalas chatku tapi hasilnya nihil, aku mencoba menghubungi hpny ternyata masih mati kerena merasa lelah akhirnya aku tertidur dan malam pertamaku berlalu begitu saja tanpa melakukan apapun. Pagi harinya aku bangun dan kamar kosong ‘ kemana dia pagi – pagi begini’ gumamku. Aku segera beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi untuk bersih bersih dan turun ke bawah buat sarapan, karena nanti siang kami akan check out dari hotel ini. 30 menit kemudian Aku turun ke bawah buat sarapan dan akan segera check out. Begitu sampe restoran bawah aku melihat suamiku sedang memegang hpnya dengan wajah khawatir dan aku menghampirinya “ mas kenapa gak bangunin aku tadi “ kataku setelah duduk di depannya “ harusnya kamu yang bangun duluan bukan saya yang berkewajiban membangunkan anda; NGERTI!!!!!!!!” katanya ketus “mas udah sarapan “ tanyaku lagi “ saya gak butuh perhatian anda, jadi jangan sok peduli urus diri anda sendiri” ujarnya sambil berlalu Aku terdiam dengan semua perkataan yang baru saja dikatakan oleh suamiku, aku memilih buat sarapan dan kembali ke kamar dan bereres. Setelah selesai aku kembali ke kamar dan aku melihat suamiku masih memainkan hpnya ‘ ada apa dengan dia sebenarnya apa dia lagi ada masalah’ ucapku dalam hati . tapi aku tidak berani menanyakannya langsung aku takut nanti dia makin marah dan aku langsung beres beres barang kami sebenarnya barangnya tidak terlalu banyak karena semua baju dan barang- barangku yang lain sudah diantar ke rumah mertuaku emang setelah menikah rencananya kami akan tinngal bareng bersama orang tua suamiku, aku tidak mempermasalahkan hal tersebut karena sebagai seorang istri harus ikut kemana pun suaminya. Akhirnya kami check out dari hotel dan menuju rumah mertuaku. Selama diperjalanan hanya keheningan yang tercipta di antara kami hanya suara penyiar radio yang terdengar karena suamiku menyalakannya. Begitu mau sampe kompleks perumahan mertuaku, suamiku menoleh ke arahku dan berkata “inget beraktinglah sebaik mungkin biar orang tuaku tidak curiga apalagi mamaku saya gak mau mama saya kecewa , MENGERTI” katanya begitu kami mau masuk garasi rumahnya dan gerbangnya sudah dibuka oleh satpam. Aku mengangguk . “ Bagus ayuk kita turun” ajaknya sambil keluar mobilm aku juga. Begitu nyampe depan rumah pembantunya menyuruh masuk dan menyatakan bahwa kedua mertuaku lagi nonton di ruang tengah. “ wah mantu mama udah sampe yah???” tanyanya menghampiri kami berdua kami tersenyum. Suamiku langsung mendekat mencium kedua tangan orang tuanya dan aku juga demikian. Dan mertuaku menyuruh kami istirahat karna makan siang akan siap 1 jam lagi. Kami meninggalkan mereka berdua dan beranjak ke lantai 2 rumah mertuaku. Begitu sampe kamar aku dan suamiku langsung istirahat. Aku terbangun begitu pintu kamar di ketuk oleh seseorang dan aku beranjak dari tempat tidur dan membukanya, ternyata pembantu rumah mertuaku menyatakan bahwa makan siang telah siap dan mertuaku sudah menunggu di meja makan dan aku membangunkan suamiku dan bergegas ke bawah supaya mertuaku tidak menunggu lama. Begitu nyampe ruang makan mertuaku sudah tersenyum menyambut kami untuk makan “ duduk di sini sayang “ kata ibu mertuaku menyuruhku duduk disampingnya “ iya tante” kataku malu – malu “ kok tante sih Mama sayang “ katanya lagi “ iya ma “ kataku tersenyum Aku melihat suamiku yang duduk si depan ibu mertuaku dan aku membantunya mengambilkan makanan buatnya begitu selesai kami mulai makan denagn hening. Begitu selesai makan mertuaku mengajak kami duduk di ruang keluarga dan aku memperhatikan interaksi antara suamiku dan kedua mertuaku sama seperti aku dengan ayah dan ibuku, aku tersenyum melihatnya. “ kalian gak ada rencana bulan madu???” tanya ayah mertuaku “ gak Pa nanti aja, soalnya kerjaan di kantor lagi banyak pa aku gak bisa tinggal “ jawab suamiku “ kamu ini kerjaan mulu dipikirin, kerjaan kamu bisa  alihkan sebentarkan sama wakil kamu bisa kan satrio” kata ibu mertuaku “ gak bisa ma kerjaan lagi gak bisa ditinggal sekarang ini” ucap suamiku dan beranjak dari duduknya. Aku melihat muka suamiku berubah merah dan kayaknya dia lagi menahan amarahnya mungkin karna membahas tentang rencana bulan madu kami. “ sayang kamu bujuk suami kamu ya buat pergi bulan madu, terserah kalian mau kemana nanti mama dan papa yang urus semuanya, iya kan pa” kata ibu mertuaku dan menatap ayah mertuaku “iya sayang” kata ayah mertuaku ke ibu mertuaku Aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku. Tapi mana mungkin aku menyatakan itu kepada suamiku karena aku tau kalau dia sebenarnya tidak mau melakukan perjalanan bulan madu kami. Tapi aku gak mungkin menyatakan hal tersebut kepada mertuaku biarlah itu jadi rahasia diantara kami berdua. Sebab ini rahasia di rumah tangga kami dan tidak ada siapapun boleh tau termasuk kedua orang tua kami. Aku juga tidak tau harus bersikap gimana dengan rumah tanggaku, aku berharap aku bisa melewati cobaan dalam rumah tanggaku ini, tapi melihat tingkah laku dan sifat suamiku aku kadang ragu apakah rumah tangga ini bisa bertahan sampe hayat atau akan berpisah ditengah jalan. Tapi biar gimana pun aku harus bisa bertahan sampe akhir karena aku mencintai suamiku dan aku dengan sabar aku yakin suatu hari aku akan mendapatkan cinta dan sayang dari suamiku, dulu itu harapanku tapi apa mau dikata takdir berkata lain akhirnya aku harus merelakan suamiku mengejar cintanya.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD