TERSAMBAR PETIR

1750 Words

Duar!!! Suara petir menggelegar menjadi pertanda akan turunnya hujan. Bersama suara petir yang menyambar, hati Luna terasa berantakan bak petir itu menyambar tepat di hatinya. Luna tak percaya dengan apa yang kini ada di hadapannya. Orang yang selama ini ia cintai, orang yang sepanjang hari ini ia tunggu. Momen yang jauh-jauh hari telah susah payah ia rencanakan. Haruskah semua itu sirna hanya karena seseorang tamu yang tak di undang ikut datang ke acara spesialnya?!. Dinginnya angin malam di lautan terasa begitu menyakitkan hingga menembus ke area tulang terdalam. Aroma angin yang membawa hujanpun tak bisa di elakkan, sama seperti kedatangan Arabella yang tak bisa Luna elak. "Wuah!!! Lunaa!!" Teriak Erick langsung ketika melihat bayangan Luna yang menunggunya. "Aku gak nyangka loh, kam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD