Tak terasa malam pun telah tiba, kini saatnya Erick untuk menepati janjinya kepada Luna. Sebelum itu, ia menghantar Mitha pulang terlebih dahulu, kemudian ia menghantar Arabella. Sesampai di depan rumah Arabella, Arabella tak bergerak sedikitpun seperti enggan turun dan masuk ke rumah bak neraka itu. "Kenapa, Bel?" Tanya Erick cemas. Erick melihat wajah Arabella yang tadi siang masih ceria kini berubah murung kembali. "Baiklah, aku akan mengajakmu ke tempat Luna!" Celetuk Erick. Tak ada yang bisa Erick pikirkan lagi selain mengajak Arabella bersamanya demi menjaga kembali keceriaan Arabella. Ia tak mau melihat Arabella kembali murung lagi. Sedangkan Erick tak tahu apa yang telah Luna persiapkan, ia kira itu hanya pertemuan biasa. ***** Kilauan cahaya dari lampu-lampu gemerlapan yang

