“Kau ke mana saja, Berengsek?” kesal Darren saat Felix baru saja masuk ke dalam ruang rawat Makiel. Felix hanya menatap sekilas pada Makiel yang tertidur, lalu menatap Darren sambil cengar cengir. “Maaf-maaf. Tadi aku bertemu dengan wanitanya Makiel. Jadi mengobrol lama tadi. Sudah berapa lama Makiel tertidur?” “Dia tidak tidur. Aku memukul kepala belakangnya hingga dia pingsan.” Felix tertawa. “Kau kejam sekali, Darren.” “Lebih kejam siapa hah?! Aku atau kau?! Kau mengulur-ulur waktu, Berengsek! Aku yakin kau hanya menggoda Sharena dan tidak mengobrol dengannya!” “Siapa yang menggoda Sharena?” Suara itu tiba-tiba muncul dalam obrolan mereka. Felix dan Darren menatap serentak pada Makiel yang sekarang sudah terbangun, bahkan duduk di tempatnya. Matanya menatap datar pada mereka. “Fe

