“Leon, kamu di—“ “Ya, tadi aku mau mengajak klienku meeting di sini. Dan ternyata di sini ada istriku bersama teman baiknya.” Leon tersenyum mengejek. Dia menarik kursi dan duduk tanpa mengalihkan tatapannya pada Karla. Karla cemas, takut-takut kalau Leon mendengar perkataan Rangga. Tapi, tentu saja Leon mendengarnya. Atau mungkin Rangga melihat Leon dari belakang Karla dan sengaja mengatakan sesuatu yang hanya akan membuat suasana semakin memanas. “Apa kabar?” tanya Rangga santai seakan tadi dia tidak mengatakan apa pun soal Leon. “Tentu saja aku baik. Selama Karla masih menjadi istriku aku akan baik-baik saja, Rangga. Oh ya, apa kabar kekasihmu itu? Siapa namanya—Santi ya?” “Sintya.” “Ya, si Sinty

