BAB 18

1202 Words

            Karla tentu saja enggan menyapa dan mendekati gadis muda dengan tinggi semampai itu. Make-up tebalnya yang terlihat horor di mata Karla adalah andalan Sintya untuk menarik minat para pria. Tanpa sengaja mereka bersitatap dan Karla menyesali karena dia tidak cepat-cepat membuang muka. Sintya melambaikan tangan. Mau tidak mau Karla harus membalas senyum Sintya karena itu namanya etika. Karla tidak suka dengan orang yang tidak beretika.             Karla berjalan menghampiri Sintya. “Sudah lama di sini?” tanya Karla berakting peduli dan sok perhatian pada Sintya. Karla tidak suka kepura-puraan tapi dia harus melakukannya karena dia menghormati Rangga. Masih atau sudah berpisah dengan Rangga, Sintya harus diperlakukan dengan baik. Karena Sintya adalah seorang konsumen di Library C

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD