Setelah Bunga dan Adel pergi, Diva masih duduk di ruang tunggu. 5 menit lagi pesawat yang di tumpangi Diva akan segera take off. Entah kenapa Diva tidak ingin naik kedalam pesawat, ia ingin duduk disini. Sampai operator perbangan mengumumkan bahwa perbangan akan segera di berangkatkan. Barang-barang Diva, semuanya sudah ada di dalam peswat. Sejujurnya, Diva menunggu kehadiran seseorang. Diva masih berharap Angkasa akan datang kepadanya dan meminta maaf kepadanya. Tapi sepertinya semua itu hanya angan-angan hingga 4 menit lagi pesawatnya akan segera take off. Diva bangkit, Angkasa tidak mungkin menemuinya. Bukankah Angkasa begitu benci kepada dirinya? Lalu untuk apa Diva berangan-angan terlalu jauh. Saat akan melangkah, tangan Diva di tahan oleh seorang wanita paruh baya. Atau bahkan wani

