Tubuh Diva rasanya remuk, Diva masih berbaring di lantai beralaskan keramik putih nan dingin. "Shhh.." Diva meringis, untuk bangun saja ia tidak kuat. Hingga akhirnya Diva hanya mampu bersandar pada dinding. Jika Diva di sini saja, pasti Tya akan menyiksa Diva lebih dari yang kemarin. Tapi Diva tidak bisa kabur dari sini. Perempuan berwajah lebam itu tidak bisa berjalan. Ruangan Diva terbuka, menampilkan sosok pria berbaju hitam yang menghampirinya. Diva menatap pria itu waspada. "Ja..jangan sakiti gue.." ucap Diva dengan nada lirihnya. Pria itu sesekali menengok ke belakang. "Gue nggak akan sakiti lo tapi lo diam. Gue akan bawa lo pergi dari sini." ucap Pria tersebut. Diva tidak yakin dengana apa yang di katakan oleh pria itu. "Lo..lo nggak bohong, kan?" tanya Diva waspada. "Gue ngg

