"Sayang, kenapa lama sekali angkat teleponnya? Kamu sibuk ya?" tanya Sonia. Aku masih diam menunggu ia bicara lagi. "Halo Valdo kamu masih dengar aku,'kan? Jangan bikin aku penasaran, Sayang. Aku pengen kamu cepat-cepat bawa Ana dan anaknya ke rumah, terus kalian menikah biar semuanya selesai. Aku udah capek dituntut punya anak terus dari mama kamu," ucap Sonia membuat aku kaget. Walau aku belum paham apa yang gadis itu maksud. Apa yang dikatakan Aline benar. Valdo sudah memiliki istri, tapi kenapa dia mendekati diriku? "Sayang, kamu dengar aku,'kan?" Ia bicara lagi. Pintu ruang inapku terbuka, Valdo muncul dengan napas terengah. Ia menatapku kaget. Tanpa bicara sedikit pun aku memutuskan sambungan telepon lalu memberikan ponsel itu pada pemiliknya. "Sonia menelepon. Kamu bisa menghu

