Sonia

1174 Words

Valdo tetap memaksa agar aku mau makan. Setelah video call pemakaman jenasah bayiku beberapa menit yang lalu aku merasa hidupku tak ada gunanya lagi. Rasa lapar menghilang, pikiranku kacau. Dengan kondisiku yang lemah tidak memungkinkan untuk mengikuti prosesi pemakaman. "Kamu harus makan, Ana. Kamu butuh nutrisi untuk menyusui." Aku tak menoleh sedikit pun. Valdo menghela napas berat lalu meletakkan makanan itu kembali ke meja. Ia menyerah memaksaku makan. Valdo mengusap rambutku sebelum beranjak pergi. Ia bilang akan mencari sarapan di cafe rumah sakit. Aku menangis tersedu ketika ia pergi. Tak tahu lagi harus bagaimana menghadapi hari esok dengan beban berat. Siapa yang bisa menjadi sandaranku. Pintu perlahan terbuka. Aku tak menoleh sedikit pun. Tidak peduli lagi pada orang yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD