"Bisa kita bicara nanti saja? Aku sedang menyusui," ucapku. Kristin menatap bayi yang ada di dekatku. Jahitan bekas operasi masih terasa sakit sehingga sulit untukku menggendong bayi. "Aku akan menunggu di luar." Kristin beranjak pergi. Tidak butuh waktu lama mama dan dokter datang disusul perawat di belakang mereka. Perawat itu membantuku meletakkan bayi ke tempatnya semula. Wajah mama tampak gelisah. Tatapan matanya tidak fokus membuat aku bertanya-tanya apa yang terjadi padanya. "Ibu Ana, maaf kami harus memberitahumu kabar buruk." Dokter menatap ibu sejenak lalu beralih menatapku. "Salah satu bayi Anda meninggal," ujarnya membuat aku terdiam lemas. Nyawaku seperti melayang. Baru saja aku bahagia kini harus menerima kenyataan pahit bahwa anakku telah tiada. "Dokter bohong,'kan?

