Persalinan

1113 Words

Aline sudah menunggu ketika aku tiba. Entah mengapa aku tak ingin mendengar apa pun darinya. Aku tidak ingin sakit hati lagi setelah memutuskan menerima Valdo. Dia berdiri menyambutku seperti biasa. Kami duduk lalu terdiam sejenak. "Tentang Valdo sejujurnya gue gak mau ikut campur," ucapnya mengawali percakapan kami. Kuhela napas dalam lalu bersandar pada kursi. "Kamu tahu dari mana tentang Valdo?" "Dia adalah sahabat bos suamiku. Gue sendiri awalnya tidak menyangaka lo mengenal Valdo. Kami pernah berpapasan di restaurant 2 tahun lalu. Suami gue bilang Valdo sudah memiliki istri, tapi mereka belum memiliki anak," jelasnya. Aline mencondongkan tubuhnya lebih dekat. "Gue gak ganggu hubungan lo sama dia, tapi please, jadiin ini bahan pertimbangan karena setahu suami gue dia belum cerai. G

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD