Part 9

1599 Words

Author pov Setelah acaran akad selesai, mereka pun melanjutkan acara di rumah kyai Abdullah, acaran sederhana yg hanya mengundang para anak anak pesantren dan tetangga dekat saja. "Kamu lapar?" tanya Suci memberanikan diri untuk menanyakannya, ia masih sedikit canggung kepada Azzam, untuk bicarapun ia masih menunduk, tak ada keberanian untuk menatap wajahnya. "Apakah seperti itu panggilan seorang istri kepada suami?" sindir Azzam yg membuat wajah Suci malu dan terlihat memerah, ia pun makin menundukkan wajahnya karna takut ketahuan. "Tak usah malu seperti itu, apakah kau tak sadar bahwa wajahmu sudah seperti tomat?" lanjut Azzam yg membuat Suci semakin malu. "Maaf" ucap Suci pelan. "Jika berbicara lihatlah aku" ucap Azzam. Mau tak mau Suci pun mengangkat wajahnya malu, dan membuat A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD