**Reya POV** . . . . Bukan tanpa alasan aku memilih memutuskan Yunki. Aku tau ia terlalu asik dengan dunianya. Dunia di mana ada mimpinya di sana. Dan kini melihatnya tanpa penolakan saat aku berkata semua harus diakhiri. Tak ada keinginannya untuk menahanku tetap berada di sisinya. Ya, aku Terluka dan kecewa tapi akan tetap bahagia untuknya. Setidaknya, ia tau mimpi apa yang dikejarnya meski tanpaku. Mungkin memang ia harus memulai tanpa ada hubungan di antara kami. Aku beberapa kali menghela nafasku saat membuatkan cokelat panas. "Aku harus kembali, aku tak bisa terlalu lama." Ia tiba-tiba menghampiri ke dapur. Aku menatap Yunki, jelas ia terlihat bersalah. Aku tersenyum semampuku atas luka yang mulai kurasa kini. "Oke," jawabku singkat. Sebenarnya aku ingin bicara lebih ban

