**Reya POV** . . . . . Aku benar-benar disibukkan dengan pekerjaan. Belakangan, ada beberapa masalah yang memaksaku berpikir keras. Pengiriman kain ke Jepang mengalami keterlambatan. Sialnya, pihak ekspedisi menolak bertanggung jawab. Sehingga kami terpaksa membayar sejumlah uang sebagai kompensasi permintaan maaf. Tapi, masalah berlanjut. Kantor di Jepang menolak sebagian kain yang kami kirimkan. Alasannya tak sesuai dengan pemesanan. Aku melakukan pengecekan beberapa kali. Ternyata yang bermasalah adalah kain yang kami buat di Tiongkok. Perbedaannya tipis sekali. Aku nyaris tak menyadarinya. Tapi ini memang bukan pesanan yang diminta. Aku kurang teliti, aku akui. Perusahaan terpaksa merugi, dan itu salahku. Saat ini aku juga berusaha menawarkan lain kami yang sudah terlanjur ka

