💜66. GHSI💜

1350 Words

*Reya POV* . . . Belakangan aku merasa sepi. Sepi karena merasa hanya hidup dengan pekerjaan. Pagi hingga malam sibuk bekerja, malam hari hanya ada aku di sini sendiri, hanya mendengar deru napasku. Aku tak banyak menghubungi orang lain. Menahan diri melakukan apapun saat terluka, sampai nyaris gila ingin menangis dan tertawa bersamaan. Sejujurnya—aku menyaksikan televisi beberapa waktu lalu dan melihat Yunki di sana. Aku ... Rindu, membuat dadaku terasa sesak. Aku berusaha menahan tangis. Tak ingin terkesan menjadi seseorang yang paling terluka. Karena kenyataannya, aku sama sekali tak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya pada Yunki. Apa aku harus menghubunginya? Harus ada alasan untuk itu? Apa alasannya? Hubungan kami? Bukankah kami sudah berpisah? Lalu ...? Apa lagi? Aku han

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD