Vidio Call

1064 Words

Ke'esokan harinya Ibu datang bersama Abah. Mereka melihat kondisi Mas Aris. Aku senang mereka datang membesuk. "Alhamdulillah, Aris sudah lebih baik sekarang. Abah senang lihatnya." Mas Aris tersenyum merespon ucapan Bapak mertuanya itu. Abah menyentuh pelan sebelah kaki Mas Aris yang di gips. Juga menyentuh tangan yang masih diikat kain penyanggah. "Kaki dan tangan kamu pasti akan sembuh lagi. Kamu pasti akan bisa berjalan lagi. Nanti abah carikan tukang urut Cimande kalau sudah pulang dari sini." "Terimakasih Bah ... Maafin Aris, udah nyusahin. Aris jadi belum bisa usaha di luar, Bah. Aris jadi belum bisa mencari nafkah untuk Lani anak Abah." Ya ampun, Mas. Kenapa kamu bicara seperti itu lagi? Aku sedih mendengarnya Mas. Kamu pikirkan saja kesehatanmu jangan memikirkan itu dulu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD