Mungkinkah

1044 Words

"Mbak mau nginap di sini lagi. Kamu tenang aja, ya." Mbak Aras bicara seraya menggenggam sebelah tanganku. "Terimakasih Mbak. Sudah mau repot-repot nemenin di sini." Kakak perempuan satu-satunya Mas Aris itu tersenyum. Dia melepaskan genggaman tanganku lalu melihat pada Mas Andi. Keduanya mengangguk kecil dengan pandangan yang entah apa artinya. Mbak Aras lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Aku melihatnya. Itu uang. Dia memberikannya padaku. "Buat tambahan bekal kamu di sini, Lan. Dari Mbak sama Mas Andi. Diterima, ya." Belum lama aku mendapat uang dari Wira, sekarang aku diberi lagi. Ya Allah, senang rasanya sekaligus malu. Melihat aku diam saja, Mbak Aras meraih tanganku lagi memberikan uang itu. Dikepalkan. "Makasih, Mbak." Rasanya hampir ingin menangis. Siapalah ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD