Penasaran

1323 Words

Ibu sudah di luar. Juga para tetangga yang sudah menjenguk Mas Aris. Mereka hendak pulang dan masih berkumpul di teras. Aku nyempil di antara mereka semua. Kami melihat pada Wira yang naik ke motor lalu menghidupkan mesin. "Hatur nuhun tetangga Lani, sudah datang melihat Aris." Ibu berucap terimakasih kepada semua tetanggaku. "Sama-sama Bu Sa'adah." Bu halimah yang menjawab. Sa'adah adalah nama Ibuku. "Bu Sa'adah mau pulang?" tanya Bu Rina. Ibuku mengangguk seraya tersenyum. "Nanti saya ke sini lagi. Sekarang pulang dulu." "Pulang sama siapa, Bu?" Ibu-ibu lain bertanya. "Sama Wira." "Oh, sama calon mantu." Salah satu tetangga yang menjenguk berseloroh seperti itu. Aku yang tersenyum kecil melihat Ibu, langsung menoleh padanya. Tak hanya aku, Ibuku juga. Aku menatapnya tak suk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD