Aku meraba d**a yang berdegup kencang. Apa ini? Aku mendengus dan menepuk-nepuk kedua pipi. Wira! Apa-apaan kamu tadi? Jangan becanda seperti itu. Mengajakku ke kamar mandi segala. Jangan kurang ajar kamu, ya! Aku tidak jadi melanjutkan memasak mie dan pergi. "Denger-denger katanya si Wira ngontrak di sini. Jadi gak tinggal gratis." Langkahku tercekat. Aku tidak jadi pergi dari dari dapur. Terdiam menyimak dari balik pintu. Dua orang Ibu-ibu tengah berada di tempat makan. Duduk di kursi. Mereka saling berhadap-hadapan. "Padahal dia orang lain, ya. Sodara bukan, gak boleh tinggal lama-lama serumah sama si Lani meski bayar." "Iya, harusnya begitu. Tapi sekarang Aris lagi sakit. Pasti si Lani sangat membutuhkan si Wira." "Iya. Pasti. Selain bayar, katanya si Wira juga yang nyediai

