Part 29

1460 Words

DANISSYA POV   Kami memutuskan untuk bicara di salah satu kedai kopi yang ada di dekat kantor Ka Arsya. Winna menawarkanku untuk memesan, namun aku menolak. Aku pikir tak perlu, toh aku juga tak akan berlama-lama disini. Winna memesan segelas caramel macchiato dan sepotong lava cake. Aku masih memperhatikannya yang terlihat santai di hadapanku. Sebenarnya, apa maksudnya mengajakku bicara berdua seperti ini?   "Gue mungkin belum kenalan sama lo secara pribadi. Gue Winna, sahabat Arsya dari SMA." Katanya memulai pembicaraan. Ya, aku tau. Ka Arsya sudah menjelaskan bahwa ia memang sahabat Ka Arsya.   Winna mengaduk lagi minumannya sambil sesekali tertawa. Aku tak mengerti maksud tertawaannya.   "Ada apa ya Mba Winna mau bicara sama saya? Apa ada hal penting yang ingin disampaikan?"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD