Part 23

1456 Words

ARSYA POV   Kami masih menunggu penjelasan dokter yang tengah memeriksa Nissya di dalam. Ucapan Bunda barusan masih terngiang di kepalaku. Nissya hamil. Rasanya aku ingin meringis saja mendengar itu. Mana mungkin Nissya hamil bahkan saat aku tidak pernah menyentuhnya? Kami bahkan belum sampai di tahap itu.   Wajah Bunda sepertinya terlihat sumringah setelah hipotesisnya seakan didukung keadaan Nissya yang tengah terbaring lemah di dalam.   Aku menatap sinis Juan, teman Nissya yang kebetulan tadi meneleponku dan mengabariku jika Nissya masuk rumah sakit. Entah apa yang menyebabkan ia dan Nissya bisa bertemu. Aku tak mau ambil pusing dan memilih fokus pada Nissya. Kesehatan Nissya jauh lebih penting ketimbang rasa cemburuku pada laki-laki itu.   Begitu dokter selesai memeriksa, aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD