AUTHOR POV Operasi usus buntu Danissya berjalan lancar. Nissya bahkan sekarang sudah dipindahkan ke ruang rawat inap, namun kondisinya masih terpengaruh obat bius. Arsya duduk di samping Nissya seraya menggenggam hangat tangan gadis itu. Sebelum operasi dimulai, Nissya sempat merengek ketakutan. Rumah sakit dan jarum suntik adalah kelemahannya. Apalagi jika ia harus menghadapi ruang operasi. Arsya ingat betul wajah ketakutan Nissya. Sangat berbeda dengan wajah garangnya saat dulu awal-awal bertemu Arsya. Arsya jadi terkekeh sendiri. Suster bilang, Nissya mungkin akan siuman beberapa jam lagi. Arsya berharap setelah kejadian ini Nissya akan jauh lebih memperhatikan pola makannya. Suara ketukan pintu membuat lamunan Arsya terhenti. Muncul sesosok Mama mertua Arsya dengan bebe

