DANISSYA POV Aku memoles wajahku dengan sedikit taburan bedak, mascara dan lipstick berwarna nude yang senada dengan dress selutut yg kupakai kini. Dinner? Apa yang ada di benak Arsya sampai ingin mengajakku dinner di kota romantis ini? Aku masih menatap pantulan diriku di cermin. Aku tersenyum kecil sambil menyampirkan rambutku ke telinga. Arsya muncul dari balik pintu. Tadi ia izin sebentar untuk keluar. Ia menatapku dengan tatapan seperti biasa. Hey? Apa aku biasa saja sampai ia hanya melihatku dengan tatapan biasanya itu? "Turun yuk. Saya udah laper." Katanya mengintruksi. Ia langsung melenggang keluar kamar dan berjalan mendahuluiku. Sial! Padahal kukira ia akan memuji penampilanku dulu. Padahal aku telah susah payah memilih baju yang cocok serta memakai heels

