Part 17

1147 Words

DANISSYA POV   Ada kah yang lebih bahagia ketimbang melihat pemandangan menara eiffel di malam hari dengan kerlap kerlip lampunya yang membuat beribu pasang mata menatap takjub?   Apalagi ditemani dengan seseorang spesial, suasana spesial, tempat spesial. Semua serba spesial. Namun yang kurasa justru kebingungan.   Ka Arsya masih merengkuhku dari belakang. Ia tak berniat pergi, tak berniat beranjak. Aku pun begitu. Entah sengatan listrik darimana yang membuatku tetap diam tak bergeming dengan segala perlakuan Ka Arsya terhadapku.   "Kenapa hati manusia itu mudah berubah ubah?" Ka Arsya membuka suaranya pelan.   "Karna manusia itu ga sempurna. Hati manusia itu bisa berubah kalau pemiliknya juga gabisa mempertahankan hati tersebut untuk dimilikinya." Jawabku. Entah pikiran dariman

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD