Bab 33

2016 Words

Kabar itu sampai ke telinga Gerald lebih cepat dari yang ia duga. Sore itu, di ruang kerjanya yang luas, Gerald melempar map berisi berkas ke lantai. Wajahnya merah padam, rahangnya mengeras. Nama Lusi tertulis di salah satu dokumen fotokopi yang baru saja ia baca—laporan medis, catatan psikolog, dan rencana pengaduan hukum. Semua itu terasa seperti penghinaan terbesar dalam hidupnya. “Tidak tahu diri,” gumamnya penuh amarah. “Berani sekali perempuan itu.” Tangannya bergetar saat meraih ponsel. Ia menelepon ke rumah sakit, namun kali ini bukan untuk bertanya kabar. Ia ingin memastikan satu hal saja: di mana Lusi berada. Beberapa jam kemudian, Gerald berdiri di lorong rumah sakit dengan langkah keras. Tatapan orang-orang di sekitarnya tidak ia pedulikan. Petugas keamanan mengenal wajahn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD