Anak yang akan selalu ia sanjung namanya dalam setiap penggalan do’a. “Bangun Keen” lirih Tika akhirnya ikut merosot ke bawah. Ia memeluk Keen penuh kasih. Seakan tidak mampu lagi melepaskannya begitu saja “Kamu kemana ajah Keen?” pertanyaan yang sejak awal terus menghantui Tika akhirnya bisa keluar juga di depan orang yang tepat, yaitu Keen “Aku Ker... Kerja Ma di Kalimantan” sahut Keen terbata karna masih terisak. Tika menggeleng, Keen memang sudah benar-benar dewasa. Ia sampai bisa memakai waktunya dengan baik. Tidak terpengaruh dengan masalahnya “Ayok kita masuk dulu Keen” ajak Tika. Sampai di dalam Tika menuntun Keen begitu hati-hati dan pelan mendudukkannya di atas sofa seolah ia adalah raja yang baru saja kembali "Ma... Aku gak jompo!" ucap Keen di selingi senyum yang begitu M

