"Assalamuikum Keen" sapa Ben "Walaikumsalam, ayok Ben masuk!" ajak Keen seraya merangkul Ben untuk masuk. Udin masih di dalam, tetapi ia juga sudah berdiri menunggu teman Keen "Ben ini Udin temen gue dari kecil. Din, ini Ben temen gue waktu...." Keen menggaruk tengkuknya tidak enak "Hahaha... Gue temen jahiliyah,yah Keen waktu itu. Sorry,yah Keen gue yang buat lo seolah gak bisa lepas dari barang haram itu" Keen tersenyum "Gakpapa itu udah lewat kok! sekarang mari kita perbaiki diri menjadi orang yang jauh lebih baik lagi" tutur Keen bijak Baik Udin dan Ben mengangguk setuju seraya terus tersenyum. Memang tidak ada yang pernah tau kedepannya akan seperti apa. Siapa yang menyangka, cowok urakkan seperti Keen pada akhirnya bisa berbicara seperti itu "Oh,yah ini Keen undangan pernikah

