"Halo Sob...!" "Halo....!" "Halo juga!" Lah kok mereka berdua jadi kayak teletubbies. Keen menyeritkan alis. "Lo lagi dimana Din?!" tanyanya "Gue lagi niat nglamar Anni" sahut Udin bangga "Di terima?!" Keen sampai teriak kegirangan. Akhirnya, hilang juga satu jomblo Indonesia. "Yoyoy dong!" balas Udin cengar-cengir. Ini nih tujuan awal dia pacaran Anni. Duh, puas bangetkan saat keinginan tercapai. "Tapi lo jangan suruh gue jadi palang pintunya. Gue gak bisa!" Keen cuma takut karma. Kalau Udin kemarin selamat, belum tentu sama dia. "Enggak kok. Kalau sama keluarga Neng Anni gue diterima masuk kayak jalan tol" tutur Udin kebablasan nengok bapaknya Anni "Eehhhe... Iyah'kan Pak?!" "Yah... Cuma kalau sampai bohong lagi. Bapak gak segan asa parang. Udah lama juga gak di pakai" sahut

