7. Pesan Misterius

1295 Words
Sakti menatap layar monitornya yang mendeteksi sebuah pergerakan objek tak dikenal tepat di belakang karakter Yoland. "Ketua, hati-hati di belakangmu!" seru Sakti. Seketika Yoland membalik karakternya kebelakang, "Dimana?" tanya Yoland sambil terus memerhatikan layar monitor di depannya. Seekor monster besar menyerupai burung berwarna abu-abu tiba-tiba melesat terbang dengan cepat menggunakan sayap hitam menyerang ke arah karakter Yoland. Yoland dengan sigap menggerakkan karakternya untuk menghindari serangan virus itu. Namun, kali ini usaha Yoland sia-sia karena ia tak menyadari bahwa virus itu memiliki ekor yang panjang dan memiliki dua cabang dengan pedang tajam di kedua ujungnya. Salah satu cabang ekor berhasil mengenai karakter Yoland. "Virus itu memiliki sayap?!" gumam Sakti lirih sambil mengerutkan kedua keningnya menatap layar monitor di depannya tepat setelah melihat monster besar yang terbang berhasil mengenai karakter Yoland kemudian dengan cepat melesat ke atas langit dan berputar-putar seperti seekor elang yang mengintai mangsa. "Sial! Dengan satu serangan bisa membuat bar 'Healt Point' ku langsung tersisa delapan persen!" Yoland tercengang setelah melihat status bar HP milik karakternya yang merasakan dampak besar dengan satu kali serangan dari virus itu. Sakti membidik ke atas tepat ke arah virus itu lalu meluncurkan satu tembakan, tapi masih belum berhasil karena level yang dimiliki karakter Sakti tidak cukup untuk jarak tembaknya yang terlalu jauh. "Peluruku tidak bisa menjangkaunya," ucap Sakti. "Jalan satu-satunya agar semua serangan kita bisa mengenai virus itu adalah memancingnya supaya terbang merendah," sahut Yoland, "Apa kau punya peluru jaring?" tanya Yoland. "Ya, aku punya satu," jawab Sakti, "Tapi, bagaimana kalau virus itu bisa menghindari seranganku lagi?" sambung Sakti balik bertanya. Yoland terdiam kemudian menekan tombol 'M' untuk membuka fitur map lalu menyadari setelah melihat terdapat sebuah tebing besar yang ada di dekat lokasi mereka berada. "Sakti, cover aku dari jauh!" seru Yoland kemudian mengganti mode karakternya dari mode serang menjadi mode lari. "Baik!" sahut Sakti kemudian menekan tombol sebelah kanan mousenya untuk menggunakan fitur teropong dari senjata karakternya dan membidik ke arah karakter Yoland dari atas benteng, "Aku sudah bersiap!" sambung Sakti serius menatap layar monitor di depannya. "Aku akan memancingnya, dan kau terus bidik kemana aku berlari." Yoland mulai menggerakkan karakternya berlari menjauh, dan usahanya itu pun berhasil. Virus itu kembali melesat ke arah karakter Yoland dan mengejarnya. Yoland terus berlari dan menunggu saat yang tepat agar rencananya berhasil. "Masih belum..." ucap Yoland lirih terus menggerakkan karakternya berlari ke arah sebuah tebing menjauh dari virus yang mengejar karakternya. Saat virus itu sudah sangat dekat, Yoland tiba-tiba menghentikan lari karakternya tepat di dekat tebing sehingga virus itu menabrak tebing itu dengan sangat keras. Virus itupun terjatuh dan tertimpa bebatuan tebing. "Sekarang!" seru Yoland. Dengan segera Sakti menembakkan peluru jaring ke arah virus itu yang akan menjadi penentu keberhasilan rencana Yoland. Namun, saat Sakti sudah bersiap menekan tombol kiri mousenya untuk menembak, tiba-tiba karakter Sakti terjatuh karena benteng besar dimana karakter Sakti berdiri menghilang, sehingga satu-satunya peluru penentu itu meleset. "Aaa... Itu satu-satunya peluru jaring yang ku punya..." ucap Sakti cemas kemudian menoleh ke arah Pom, "Apa yang terjadi, Pom?" tanya Sakti. "Maafkan aku, 'Mana Point' ku sudah habis," ucap Pom tersenyum cengengesan sambil menggaruk kepalanya. Perlahan virus berwujud burung raksasa itu kembali bangun. "Aku harus segera menghindar." Yoland kembali menyiapkan karakternya untuk berlari. "Lalu, sekarang harus bagaimana?" tanya Sakti bingung kemudian melihat sebuah shortcut kecil aneh yang muncul di layar monitornya, "Apa ini?" ucap Sakti lirih kemudian memeriksa kegunaan shortcut itu. Sakti menggeser mouse untuk menggerakkan panah kursor ke arah shortcut itu dan ia terkejut karena mengetahui fungsi dari shortcut itu. Bibir Sakti mulai menunjukkan senyum kemenangan. "Ketua, jangan lari dulu," ucap Sakti kemudian mengaktifkan fungsi dari shortcut. Seketika sembilan butir peluru jaring melesat dari atas langit ke arah virus yang masih berusaha kembali bangkit. "Dari mana asal peluru itu?!" gumam Yoland heran seketika menghentikan lari karakternya. Dengan seketika virus berwujud burung raksasa itu terjebak di dalam jaring yang berlapis-lapis. "Sekarang kita serang bersama-sama!" seru Sakti kemudian mengaktifkan mode lari karakternya dan langsung menggerakkan karakternya berlari menuju virus itu. "Tunggu aku!" seru Pom kemudian ikut menggerakkan karakternya berlari mengikuti karakter Sakti. Karakter Yoland bergegas kembali menghampiri virus yang sudah tidak berdaya itu. Kemudian bersama-sama mereka menyerang tanpa ampun hingga bar 'Healt Point' milik virus itu habis. Perlahan virus berwujud burung raksasa itu menghilang dan menjatuhkan suatu benda dari tubuhnya sebelum menghilang. "Bentuknya mirip seperti sebuah gulungan?" ucap Sakti heran kemudian karena penasaran ia menggerakkan karakternya mendekati benda misterius berbentuk sebuah gulungan kertas tersebut. "Mungkin itu adalah sebuah reward karena kita berhasil mengalahkan virus tadi," ucap Pom kemudian ikut menggerakkan karakternya mendekati benda misterius tersebut. "Reward?! Tapi aku tidak memasukkan program itu." Rico langsung heran setelah mendengar ucapan Pom. "Sakti, coba kau periksa," ucap Yoland. "Sebentar..." Sakti menggeser mouse menggerakkan kursor panah ke arah benda tersebut, "Benda ini bernama 'Pesan'?" Sakti merasa heran setelah membaca nama dari benda misterius yang tadi dijatuhkan oleh virus berwujud burung raksasa sebelum menghilang. "Pesan?!" Rico semakin heran karena ia merasa tidak pernah memasukkan program reward ke dalam game ciptaan mereka. "Bagaimana cara mengambil benda ini?" tanya Sakti. "Aku juga tidak tahu caranya," jawab Rico. Tiba-tiba sebuah shortcut kecil kembali muncul tepat di tengah-tengah layar monitor di depan Sakti. "Ada lagi?!" Sakti kembali bingung, kemudian menggeser mouse menggerakkan kursor panah ke arah shortcut itu, "Pick?!" Sakti membaca tulisan dari shortcut tersebut, "Pick ini artinya ambil kan?" tanya Sakti kemudian menekan tombol shortcut tersebut. CONGRATULATION Tiba-tiba sebuah tulisan muncul di layar monitor Sakti. "Hah?! Ini kenapa lagi?" Sakti semakin heran setelah melihat tulisan tersebut. Benda tersebut kemudian menghilang dan masuk ke dalam tas penyimpanan yang dimiliki karakter Sakti. Sakti menekan tombol 'I' pada keyboard di depannya untuk membuka fitur Inventory untuk memeriksa apakah benda misterius tersebut benar-benar sudah masuk ke dalam tas penyimpanannya. "Ini benar-benar aneh..." ucap Sakti lirih. Rico penasaran lalu menoleh ke kiri tepat menatap layar monitor di depan Sakti yang bersebelahan dengan monitornya. "Coba kau buka isi pesan benda itu," ucap Rico penasaran. "Aku penasaran dengan isi pesan itu." Yoland beranjak berdiri lalu menghampiri dan berdiri di belakang Sakti sambil ikut menatap layar monitor yang ada di hadapan Sakti. "Aku juga," ucap Pom ikut menghampiri Sakti. "Ya, aku juga," tambah Anata seketika menoleh ke kanan tepat menatap layar monitor Sakti yang berada bersebelahan dengan monitor di depannya. "Sebentar." Sakti menggeser mouse menggerakkan kursor panah ke arah sebuah gulungan kertas yang ada di dalam inventory-nya kemudian menekan tombol sebelah kiri mousnya, lalu sebuah fitur obrolan tiba-tiba muncul di layar monitor Sakti. Sebuah pesan pertama mulai masuk, dan pesan itu bertuliskan, "Selamat!" "Apa maksudnya ini?!" ucap Rico heran. "Aku rasa pencipta virus ini sudah menyadari aksi kita," ucap Yoland. "Jika kalian sudah berhasil membuka hadiah dariku ini, artinya kalian juga tahu kalau aku mengawasi kalian." Pesan kedua pun muncul. "Siapa kau?" Sakti mengetik keyboard dan membalas pesan tersebut. "Apa aku harus memberitahukannya kepada kalian?" Pesan ketiga kembali muncul kemudian disambung dengan pesan keempat yang bertuliskan, "Seharusnya kalian sudah tahu siapa aku! Aku adalah pencipta dari virus yang dua diantaranya sudah berhasil kalian musnahkan." "Apa tujuanmu menciptakan virus ini?" balas Sakti. "Memancing!" "Apa yang dia maksud memancing?!" tanya Yoland heran. "Apa maksudmu memancing?" Sakti kembali membalas pesan tersebut. Mereka menunggu balasan pertanyaan Sakti itu. Namun, tak terlihat lagi pesan balasan dari orang misterius yang menciptakan virus bernama Reinka-99 itu. "Hey! Tolong jawab pertanyaanku!" Sakti kembali mengirim pesan, tapi pesan balasan tak kunjung terlihat lagi. "Apa yang dia maksud memancing?" ucap Sakti lirih sembari mengerutkan kedua keningnya. "Mungkin yang dia maksud memancing adalah memancing semua hacker di negara tempat tinggal kita ini untuk melawannya," ucap Anata menerka. "Aku pikir bukan begitu," ucap Sakti. "Lalu apa?!" tanya Anata. "Sepertinya pencipta virus Reinka-99 ini punya sebuah rencana," sahut Yoland. "Benar, aku juga berpikir seperti itu, Ketua," tambah Sakti. "Sepertinya, selanjutnya kita harus lebih berhati-hati saat beraksi," ucap Yoland. Dengan serentak Sakti, Rico, Anata, dan Pom mengangguk mengiyakan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD