Di sebuah bangunan bernama Game Center yang merupakan sebuah tempat berkumpulnya para gamer di kota itu, tepatnya di salah satu kota terkemuka di negara Amerika. Beberapa orang di dalam
"Hei, aku menemukan sebuah game baru," ucap salah satu laki-laki yang usianya sekitar delapan belas tahun kepada teman-temannya yang ada di dalam Game Center.
"Game baru? Heh! Paling-paling game yang sama seperti biasanya! Tampilan yang membosankan!" sahut salah seorang temannya dengan nada yang setengah lesu.
"Eh! Jangan salah! Game yang satu ini sangat berbeda dengan game-game yang pernah kita temui loh!" Laki-laki ini mulai membuka Market-App yang sudah diinstalnya pada komputernya, "Coba lihat ini!" Ia menggerakkan kursor ke arah sebuah aplikasi yang memiliki lambang huruf 'T-M' dan 'B-N' pada logonya.
"Game apa itu?" tanya salah seorang temannya lagi.
"Kalian lihat saja sendiri!" Laki-laki ini mulai menjalankan aplikasi.
"Wah! Tampilannya sangat keren, realistis!" seru salah seorang berdecak kagum saat pertama kali melihat isi dari game yang bernama Battle Network itu.
"Bagaimana menurut kalian?"
"Aku baru pertama kali melihat game seperti ini!" ucap salah seorang lagi ikut berdecak kagum saat laki-laki yang memberitahu game Battle Network itu mulai memainkannya.
"Gerakan karakternya juga seperti nyata! Sangat berbeda dengan game-game yang pernah kita mainkan!"
Semua orang di dalam Game Center satu per satu saling berdecak kagum saat melihat bagian dalam dari game Battle Network itu.
Satu per satu dari mereka mulai ikut memainkan game Battle Network, hingga bahkan semua orang yang berada di dalam Game Center memainkan game itu. Mereka sangat menikmatinya saat memainkan game Battle Network.
Baru dua jam mereka menikmati, suara gemuruh terdengar dari seluruh alat pengeras suara yang terhubung dengan masing-masing komputer secara bersamaan. Tiba-tiba saja seluruh layar monitor komputer di dalam Game Center berubah menjadi biru. Semua orang di dalam Game Center pun kebingungan dengan apa yang sedang terjadi pada semua komputer di sana.
"Ada apa ini?!"
"Apa ada yang rusak?"
"Sebentar, aku akan menanyakan kepada ketua pengurus Game Center."
Laki-laki yang tadi mempromosikan game Battle Network beranjak dari tempat duduknya kemudian bergegas menuju sebuah ruangan di mana ketua pengurus Game Center berada.
"Paman!" teriak laki-laki itu seketika membuka pintu dan langsung masuk ke dalam ruangan.
"Ini tidak mungkin terjadi!" ucap seorang pria paruh baya yang memiliki warna kulit yang sedikit gelap dan dengan kepala botak yang licin. Saat ini dia sedang duduk di depan komputer.
"Ini kenapa, Paman?" Laki-laki itu berjalan menghampiri pria yang dia panggil Paman itu, "Kenapa semua layar monitor di luar berwarna bi...." Perkataannya seketika terhenti ketika melihat layar monitor yang berada di hadapan pria yang dia panggil Paman juga berwarna biru.
"Sepertinya ini adalah serangan besar-besaran dari virus!" ucap Paman.
"Virus?!" Laki-laki itu mengerutkan kedua keningnya.
Paman mengambil ponsel pintar yang tergeletak tepat di samping layar monitor. Ia mulai menyalakan ponsel pintar itu, dan ternyata layar pada ponsel pintar itu juga mengalami hal yang sama seperti pada layar komputer di hadapannya.
"Benar, sudah tidak salah lagi! Semua ini adalah ulah dari virus!" ucap Paman kesal.
"Lalu, bagaimana ini, Paman?"
"Tolong kamu sampaikan kepada teman-teman yang lain untuk tetap tenang. Jangan sampai ada keributan! Aku akan mencari tahu siapa yang melakukan ini semua!"
"Ba-baik, Paman." Laki-laki itupun keluar dari ruangan dan langsung menghampiri teman-temannya.
Paman itu langsung keluar dari ruangannya dan disambang oleh laki-laki yang tadi masuk ke dalam ruangannya.
"Paman mau kemana?"
"Aku pergi sebentar...." Paman itu lanjut melangkah keluar dari Game Center lau bergegas pergi entah kemana.
Sementara itu, di salah satu kantor di sebuah gedung yang masih berada di negara yang sama. Beberapa orang ahli tekhnologi sudah mengambil langkah awal saat mereka tahu bahwa di negara mereka sedang diserang wabah virus internet bernama Reinka-99. Mereka terus berusaha menghalau penyebaran virus itu dengan menggunakan program paling mutakhir yang mereka miliki, tapi perkembang biakan virus itu sangat pesat sehingga para ahli kewalahan menghadapinya.
"Ternyata virus ini dijangkitkan melalui sebuah game bernama Battle Network!"
"Apa! Lalu siapa yang menciptakan virus ini?!"
"Tunggu sedikit lagi kita akan mengetahui siapa dalang di balik semua ini!" ucap salah seorang ahli ketika ia hampir berhasil melacak siapa yang menciptakan virus Reinka-99.
Saat identitas si pencipta virus hampir berhasil diketahui, tiba-tiba sistem keamanan yang dimiliki virus Reinka-99 berevolusi menjadi semakin kuat sehingga sistem mutakhir yang digunakan para ahli tekhnologi di sana tidak dapat menembusnya lagi.
Layar monitor dengan desain hologram di dalam ruangan itu tiba-tiba lenyap. Seluruh sistem keamanan dan pertahanan seketika menjadi rusak.
Mereka tidak menyerah dan kembali mencoba menembus sistem pertahanan virus Reinka-99 walau dengan perangkat elektronik yang seadanya, mereka menggunakan komputer biasa. Namun, mereka tetap gagal saat mencoba menembus sistem keamanan yang dimiliki virus, dan tampilan pada layar monitor mereka tiba-tiba terlihat seperti membuka sebuah aplikasi game.
Terlihat sebuah logo typograp dengan dua huruf T dan M.
"Aku kenal dengan logo ini!"
"Bukankah logo ini milik sebuah tim hacker bernama Trouble Maker?!"
"Benar! Jadi, semua ini adalah ulah mereka!"
"Apa kita harus melaporkannya kepada pemerintah?"
"Nanti dulu!" Seseorang pria datang menyela. Dia adalah Paman yang datang dari Game Center.
"Senior...."
"Apa maksud Senior nanti dulu?"
"Aku kenal dengan tim hacker itu, dan aku tidak yakin jika mereka yang melakukan semua ini."
"Kalian harus melihat ini...." ucap salah seorang yang sejak tadi mengawasi layar monitor yang terlihat masuk ke dalam sebuah game bernama Battle Network.
"Bukankah ini adalah game?!" tanya Paman.
"Benar, tapi ini bukanlah game biasa!"
"Bukan game biasa?! Aku rasa semua game sama saja!"
"Aku penasaran dengan game ini, lalu aku coba saja memainkannya dan melawan monster pertama yang aku temui. Kemudian aku menemukan ini..." Ia menunjukkan file-file yang berhasil dia pecah.
"Jadi, monster di dalam game ini adalah sosok virus yang melanda di negara kita!"
"Benar, dan game ini dibuat untuk memusnahkan virus bernama Reinka-99 ini."
"Jika game bernama Battle Network ini dibuat untuk memusnahkan virus, dan game ini juga yang menjadi penyebab menyebarnya virus. Lalu, bagaimana game ini bisa menyebar?"
"Mungkin mereka yang membuat game ini sengaja menyebarkan game buatan mereka agar jika ada orang yang ikut memainkan gamenya maka secara tidak langsung orang itu ikut membantu memusnahkan virus yang memiliki sosok monster di dalam game."
"Jadi, jalan satu-satunya melawan virus ini hanya bermain melalui game, kan?"
"Iya."
"Lalu, apa kita harus mengumumkan ini kepada semua orang agar perkembang biakan virus dapat ditekan?"
"Aku pikir tidak perlu, karena jika kita mengumumkan game ini kepada semua orang, maka perkembang biakan virus malah akan menjadi semakin cepat. Biarkan semuanya berjalan apa adanya."