5. Serangan Pertama

1063 Words
Seketika Sakti, Yoland, Rico, dan Pom menghela nafas. "Sudah ku kira ini pasti terjadi," bisik Sakti lirih kepada teman-temannya selain Anata saat mengetahui bahwa poin skill yang dimiliki karakter Anata tidak cukup sampai menuju skill teleportasi. "Kenapa kalian tidak menaikkan level seperti yang aku lakukan!" teriak Anata kesal saat mendengar suara berbisik yang dikatakan Sakti. "Kita ini adalah Hacker, bukan Cheater," sahut Sakti. "Benar," tambah Yoland. Sakti menggerakkan karakternya berjalan kaki menuju lokasi titik merah terdekat. "Semuanya, ayo ikuti Sakti!" seru Yoland. "Baik...!" sahut Rico dan Pom dengan semangat, sementara Anata menyahutnya dengan lesu. Karakter Yoland, Rico, Anata, dan Pom mengikuti karakter Sakti yang menuju ke arah lokasi titik merah di petanya. Setibanya di titik merah, mereka tercengang saat melihat visual dari virus Reinka-99. "Tingkah virus itu seperti makhluk hidup..." ucap Yoland lirih menatap virus itu yang ada layar monitornya. "Virus itu seperti memiliki akal... Siapa sebenarnya yang menciptakan virus itu?" gumam Sakti. "Ayo kita musnahkan virus itu!" seru Rico seketika menekan fitur menarik senjata dari karakternya. Karakter Rico menarik pedangnya dan berlari ke arah virus Reinka-99 yang bervisual seperti hewan raksasa berkaki empat dan memiliki lima kepala. "Ayo!" seru Yoland ikut menggerakkan karakternya menyusul karakter Rico. "Aku akan meng-cover kalian dari sini." Karakter Sakti menarik anak panah dan membidik jauh ke arah virus Reinka-99 di depannya. "Tunggu..." ucap Pom lirih. "Tunggu apa lagi, Pom. Cepat! Kau harus jadi tameng formasi kita!" seru Rico terus menggerakkan karakternya berlari menuju virus Reinka-99 itu. Saat hampir mendekati virus itu, Rico dan Yoland tercengang dan tiba-tiba menghentikan gerakan karakternya. "Sudah ku katakan tunggu, kan..." ucap Pom lagi. "I-ini tidak mungkin..." ucap Yoland lirih. "Apa yang terjadi, Yoland?" tanya Sakti heran. "Level yang dimiliki virus ini sangat besar..." jawab Yoland kemudian dengan perlahan dan hati-hati menggerakkan mundur karakternya menjauh dari virus itu, "Hati-hati, level yang kita miliki masih belum cukup untuk mengalahkan virus ini." "Jangan sampai dia menyadari keberadaan kita disini..." tambah Rico ikut menggerakkan karakternya perlahan menjauh dari virus itu. "Level karakter ku sudah mencapai level maksimal. Kalian tidak perlu takut begitu!" ucap Anata sambil menggerakkan kursor mouse ke arah sebuah skill yang dimiliki karakternya dan menekannya, "Sihir api ini pasti akan banyak mengurangi bar HP virus itu!" seru Anata kemudian mengarahkan skill itu ke arah virus Reinka-99 itu. "Jangan....!" teriak Yoland seketika tampak cemas. Namun, Anata tidak mengurungkan niatnya menyerang virus itu dengan menggunakan skill 'Sihir Api' yang dimiliki karakternya. "Kenapa sihirku tidak berpengaruh...?" ucap Anata heran saat skill karakternya mengenai virus itu dan virus itu masih terlihat santai. Virus Reinka-99 menyadari keberadaan mereka dan langsung bergerak mendekat. "Cepat lari!" seru Yoland menggerakkan karakternya berlari menjauh dari virus itu, dan Rico pun ikut menggerakkan karakternya mengiringi karakter Yoland. Virus itu terus mengejar karakter Yoland dan Rico. "Level seratus sembilan puluh lima?" ucap Sakti heran dengan membelalakkan kedua bola matanya saat melihat dari dekat bar level yang ada di atas kepala virus itu, kemudian perlahan menggerakkan mundur karakternya mengikuti karakter Yoland dan Rico yang sudah jauh berlari. Sementara Pom menggunakan sebuah skill perubah bentuk yang dimiliki karakternya. Karakternya berubah wujud menjadi sebuah benteng raksasa. "Teman-teman! Cepat masuk ke dalam benteng!" seru Pom. "Baik!" Sakti, Yoland, dan Rico segera menggerakkan karakternya masuk ke dalam benteng yang merupakan wujud dari karakter milik Pom. Sementara Anata dengan yakin ingin menghadapi virus itu sendirian. "Anata! Cepat masuk ke dalam benteng!" teriak Yoland. "Tidak! Aku akan melawan virus ini sendirian!" seru Anata kemudian memasang skill 'Sihir jebakan es' di atas tanah. Karakter Anata perlahan terbang melayang menghindari virus yang berlari ke arah karakternya. Saat virus itu mengenai jebakan yang tadi dipasang oleh Anata, virus itu seketika membeku dan berhenti bergerak. "Apa!" Sakti, Yoland, Rico, dan Pom terkejut melihat keberanian Anata yang melawan virus itu sendirian. "Apa kalian lupa kalau kita yang menciptakan game ini... Kenapa kita harus takut?" ucap Anata dengan yakin. Pom kembali merubah wujud karakternya seperti semula, tepat menjadi sesosok golem batu yang bertubuh gemuk. "Anata benar!" ucap Sakti dengan penuh rasa yakin membara di hatinya. Karakter Sakti menarik anak panah dan membidik tepat ke arah virus yang tubuhnya sudah membeku. Sebuah anak panah langsung meluncur dan tepat mengenai monster itu. Namun, anak panah itu tidak bisa menembus tubuh virus itu. "Level kekuatan karakterku masih belum cukup..." ucap Sakti. "Ayo kita serang bersama-sama!" seru Yoland kemudian karakternya menarik pedang dan berlari ke arah virus itu. Karakter Rico mengikuti karakter Yoland berlari ke arah virus itu dan menyerangnya bersamaan. Sementara Sakti juga tidak menyerah kemudian kembali menarik anak panah dan ikut menyerang virus itu dari jauh. Serangan bertubi-tubi menghantam virus yang membeku itu. Perlahan bar HP yang dimikiki virus itu mulai berkurang sedikit demi sedikit. Sampai bar HP hampir menipis, tiba-tiba bongkahan es yang membelenggu virus itu menghilang. "Kenapa hilang?" ucap Anata heran. "Semuanya, cepat berlari ke arah Pom!" seru Yoland. "Baik!" Karakter Yoland, Rico, dan Anata berlari ke arah karakter Pom. "Pom, cepat kembali membuat benteng!" seru Yoland. "Baik!" Pom kembali merubah wujud karakternya menjadi sebuah benteng besar, kemudian karakter Yoland, Rico, dan Anata masuk ke dalam benteng itu. Virus itu mulai bergerak mengejar mereka menuju benteng. Sementara karakter Sakti hanya diam di luar benteng dan tidak bergerak. "Sakti! Cepat!" teriak Yoland. Senyum tipis terlihat di bibir Sakti, "Kalian semua lihatlah kemampuanku!" ucap Sakti. Karakter Sakti melompat mendekati virus itu. "Apa yang kau lakukan?!" tanya Yoland heran. "Anata, tolong bantu aku!" ucap Sakti. "Membantu?" sahut Anata heran. "Ikuti aku!" seru Sakti. "Baiklah!" Karakter Anata keluar dari benteng dan terbang menyusul karakter Sakti yang sudah bersiap menyerang di depan virus itu. "Cepat pasang sihir jebakan es di udara!" seru Sakti. "Hah?!" Anata merasa bingung dengan perintah Sakti. "Cepat! Lakukan saja!" seru Sakti lagi. "Ba-baik!" Masih dengan rasa bingung Anata memasang sebuah jebakan es di udara tepat di atas virus itu. Virus itu bersiap menyerang. "Sekarang..." ucap Sakti lirih kemudian mengarahkan membidik ke arah jebakan es yang tadi di pasang Anata. Sakti melepaskan anak panah dari busur yang dipegang karakternya tepat ke arah jebakan es. Sebuah rantai muncul di sepanjang anak panah itu melesat hingga tepat mengenai jebakan es. Karakter Sakti menarik rantai itu sehingga jebakan es ikut tertarik dan tepat mengenai virus yang serangannya sudah hampir mengenai karakter Sakti. "Berhasil!" seru Sakti, "Teman-teman! Kita serang virus ini bersama-sama!" seru Sakti lagi. "Baik!" Karakter Yoland dan Rico keluar dari benteng dan berlari ke arah virus itu. Kemudian kembali menyerang virus itu bersama-sama dan akhirnya bar HP yang dimiliki virus itupun habis.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD