"Tante Anjani?" Rajata melepaskan pelukan Lana lalu memandang wanita itu. "Maaf, Nak. Tante cuma teringat sama putra tante yang sudah lama pergi. Kalau dia masih ada, usianya sama denganmu." Rajata terdiam lalu bibir kecilnya membentuk lengkungan ke atas. "Nggak papa kok, Tante. Kalau Tante mau, Rajata bisa jadi pengganti anak tante." "Benarkah? Tante senang sekali." Lana lalu kembali memeluk Rajata. "Tante aku berangkat sekolah dulu, ya. Takut terlambat. Pulang sekolah nanti apa aku boleh main ke rumah Tante?" Meski baru pertama kali bertemu Lana dalam sosok Anjani, Rajata pun sudah merasa dekat. Bahkan anak itu sudah sayang pada Lana seperti ia menyayangi Nisya. "Boleh, dong. Kamu hati-hati, ya," ucap Lana sambil melambaikan pada Rajata yang mulai menaiki kembali sepedanya. Setela

